Pemkab Banjar Targetkan “Satu SKPD Satu Inovasi” Melalui Laboratorium Inovasi 2026
MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar terus memacu peningkatan kualitas pelayanan publik dan penyelesaian masalah daerah melalui terobosan baru. Hal ini ditegaskan dalam acara Pembukaan Laboratorium Inovasi Tahap Drum Up, Diagnose, dan Design Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Bapperida Kabupaten Banjar, Martapura, pukul 09.00 WITA.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, menegaskan kembali instruksi pemerintah daerah yang mewajibkan setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menelurkan minimal satu inovasi pelayanan.
”Kami meminta dan mewajibkan masing-masing SKPD untuk menghasilkan minimal satu inovasi. Namun, harapan kami sebenarnya jangan hanya satu. Jika memungkinkan, setiap bidang di dalam SKPD tersebut harus mampu menumbuhkan inovasi-inovasi baru,” tegas Yudi.
Menurutnya, kebijakan ini sangat relevan dengan dinamika masyarakat saat ini yang semakin kritis dan ingin berpartisipasi aktif dalam pembangunan. Yudi menyebutkan bahwa masukan, saran, hingga kritikan masyarakat justru menjadi bahan evaluasi dan modal utama bagi Pemkab Banjar untuk merumuskan inovasi yang tepat sasaran.
Dalam mengawal komitmen ini, Pemkab Banjar terus berkolaborasi dengan ahli dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, sebuah sinergi yang telah membuahkan hasil sejak tahun 2017. Meski demikian, Yudi mengakui tantangan terbesar di lapangan adalah kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM).
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menyamakan visi antar-pimpinan instansi.
“Saat ini yang paling penting adalah membangun semangat dan frekuensi yang sama di antara seluruh Kepala SKPD. Harus ada kemauan yang kuat dari pimpinan instansi untuk meningkatkan iklim inovasi di lingkungannya,” tambahnya.
Ke depan, inovasi-inovasi yang lahir ditargetkan mampu menyelesaikan persoalan mendasar di daerah sekaligus menjawab isu strategis nasional, seperti penanganan stunting, pengentasan kemiskinan, dan perluasan serapan tenaga kerja.
Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kabupaten Banjar, Nuri Ansari, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan penerapan dari metode 5D yang digagas oleh LAN RI. Saat ini, para peserta yang terdiri dari seluruh perangkat daerah pengusul inovasi sedang menjalani tahapan 3D awal.
”Yang sedang berjalan saat ini adalah tahapan Drum Up, Diagnose, dan Design. Tujuannya merumuskan ide-ide solutif yang nantinya akan dikukuhkan melalui SK Bupati tentang Penetapan Inovasi Daerah,” papar Nuri.
Proses pematangan ide pada tahap 3D ini akan berlangsung selama tiga bulan pertama. Setelah inovasi matang dan memenuhi syarat, pemerintah daerah menargetkan peluncuran inovasi secara resmi pada akhir tahun 2026.
Nuri menaruh harapan besar agar terobosan yang dihasilkan selaras dengan visi-misi Bupati Banjar, serta mampu mempercepat pencapaian target kerja instansi. Terlebih lagi, inovasi menjadi instrumen krusial di tengah keterbatasan anggaran pemerintah saat ini.
”Mudah-mudahan, lewat inovasi ini program kerja kita bisa menjadi lebih hemat dan efektif, tetapi kinerja pelayanan perangkat daerah justru semakin meningkat bagus,” pungkasnya.
