BerandaEkonomiHarga Telur Ayam Ras...

Harga Telur Ayam Ras Terus Merosot, Peternak Kalsel Minta Pemerintah Segera Cari Solusi

Terbaru

Harga Telur Ayam Ras Terus Merosot, Peternak Kalsel Minta Pemerintah Segera Cari Solusi

Banjarbaru – Penurunan harga telur ayam ras yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir mulai dikeluhkan para peternak di Kalimantan Selatan. Kondisi tersebut dinilai telah melewati batas kewajaran dan berpotensi mengganggu keberlangsungan usaha peternak, khususnya skala kecil.

Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam audiensi antara Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan dengan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Rabu (01/07/2026).

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan, Suparmi, mengatakan pertemuan tersebut dilakukan untuk mencocokkan data produksi dan distribusi telur ayam ras sekaligus membahas kondisi harga yang terus mengalami penurunan.

“Kami bersama Pinsar berdiskusi terkait harga telur ayam ras yang cenderung terus mengalami penurunan. Kami juga bersama-sama melihat total produksi dan distribusi telur ayam ras di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Menurut Suparmi, Kalimantan Selatan hingga kini masih mampu memenuhi kebutuhan telur dan daging ayam ras di daerahnya sendiri, bahkan memasok kebutuhan ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Ia berharap distribusi komoditas tersebut dapat semakin optimal sehingga stok yang melimpah dapat terserap pasar dan harga kembali bergerak ke tingkat yang lebih baik.

“Harapannya dengan ketercukupan stok di Kalimantan Selatan ini bisa terdistribusi ke seluruh wilayah Kalimantan sehingga harga juga mengalami peningkatan dibanding kondisi saat ini,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Pinsar Kalimantan Selatan, Sugem, mengungkapkan tren penurunan harga telah berlangsung sejak usai Idulfitri dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

“Harga telur turun ini sudah di luar batas kewajaran. Peternak kecil yang ada di daerah menjadi yang paling merasakan dampaknya karena mereka harus menjual di bawah harga pokok produksi,” ujarnya.

Ia menjelaskan kondisi tersebut membuat banyak peternak mulai menanggung kerugian setiap kali menjual hasil produksinya. Apabila situasi ini terus berlangsung, tidak menutup kemungkinan sebagian peternak menghentikan usahanya.

“Dari awal mereka pasti nombok. Kalau sudah tidak mampu lagi menutup biaya produksi, mereka bisa menjadi korban. Ini yang kami tidak inginkan karena kami ingin ketersediaan telur di Kalimantan Selatan tetap terjaga,” katanya.

Pinsar berharap pemerintah dapat segera menindaklanjuti aspirasi para peternak melalui langkah-langkah yang mampu mengembalikan harga telur ke tingkat yang wajar sehingga usaha peternakan rakyat tetap dapat bertahan.

“Mudah-mudahan apa yang menjadi keluhan dan keberatan kami bisa ditindaklanjuti sehingga harga kembali normal dan peternak memiliki kepastian dalam menjalankan usahanya,” tutup Sugem.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka