BerandaHabar BanjarAtasi Tragedi Ikan Mati...

Atasi Tragedi Ikan Mati Massal, DPRD Banjar dan Instansi Terkait Berlakukan Sistem Pintu Air Terjadwal

Terbaru

Atasi Tragedi Ikan Mati Massal, DPRD Banjar dan Instansi Terkait Berlakukan Sistem Pintu Air Terjadwal

​MARTAPURA – Musim kemarau panjang yang memicu penyusutan debit dan merosotnya kualitas air telah mengakibatkan ribuan ikan mati di berbagai kawasan budidaya Kabupaten Banjar. Merespons krisis tersebut, DPRD Kabupaten Banjar langsung memfasilitasi Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas instansi pada Kamis (17/7/26) guna mencari solusi konkret.

​Dalam forum pertemuan tersebut, tercapai sebuah mufakat antara Pemerintah Kabupaten Banjar, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, dan para peternak ikan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar, Sipliansyah, menjelaskan bahwa strategi utama yang diambil adalah memanajemen sirkulasi sungai melalui pengoperasian pintu air guna menyiasati dampak kekeringan.

​”Kesepakatan antara pelaku usaha budidaya dan BWS untuk buka tutup pintu air,” ujar Sipliansyah.

​Lebih lanjut, pemerintah juga memberikan tenggat waktu selama dua minggu kepada para pembudidaya untuk segera mempercepat masa panen. Imbauan ini merupakan langkah mitigasi untuk menekan potensi kerugian yang lebih besar jika kondisi air sungai semakin memburuk di masa mendatang.

​Mengenai teknis operasional di lapangan, Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan BWS Kalimantan III, Muhammad Fauzi, menegaskan bahwa pelepasan air tidak bisa dilakukan secara serentak. Pendekatan bertahap wajib diterapkan demi mengakomodasi hajat hidup berbagai sektor yang sama-sama bergantung pada sumber air tersebut.

​”Pembukaan pintu air dilakukan bertahap supaya kebutuhan irigasi pertanian, perikanan, pasokan air baku, hingga operasional PLTA tetap terjaga. Kami akan mengatur bukaan pintu air secara dinamis sesuai kondisi di lapangan,” ucapnya.

​Dengan berlakunya kebijakan manajemen air yang dinamis ini, pemerintah daerah menaruh harapan besar agar distribusi air untuk pertanian, pembangkit listrik, dan kebutuhan baku masyarakat dapat tersalurkan secara seimbang, sekaligus menghentikan ancaman kematian massal ikan di perairan Kabupaten Banjar.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka