Tancap Gas, Kadinkes Baru Banjar Prioritaskan Stunting hingga Kesiapsiagaan Musim Kemarau
MARTAPURA – Setelah resmi dilantik oleh Bupati Banjar, H. Saidi Mansyur sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Banjar pada Jumat (17/7/2026), dr. H. Noripansyah, S.Si.T., M.KM., menyatakan kesiapannya untuk segera bekerja. Ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan berkomitmen untuk mengevaluasi sekaligus menguatkan program-program kesehatan yang sedang berjalan.
Noripansyah menegaskan bahwa tantangan utama yang harus segera diselesaikan adalah penanganan stunting, serta upaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
“Kami memiliki PR besar terkait angka stunting dan upaya menekan angka kematian ibu serta bayi. Hal ini tentu tidak bisa dilakukan sendiri, kami akan memperkuat sinergi dengan lintas sektor dan instansi terkait,” ujarnya.
Selain masalah kesehatan masyarakat, ia juga menyoroti pengembangan infrastruktur medis, yakni pembangunan rumah sakit tipe D. Noripansyah berencana segera berkoordinasi dengan pihak DPRD untuk menyamakan persepsi, termasuk mematangkan rencana penganggaran multi-years yang akan mulai diterapkan tahun ini.
Di luar urusan internal, Noripansyah juga mewanti-wanti masyarakat mengenai risiko kesehatan di puncak musim kemarau pada Agustus hingga September mendatang. Ia menyoroti potensi lonjakan penyakit seperti diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).
“Di musim kemarau, debit air cenderung surut dan kualitas sanitasi harus menjadi perhatian ekstra. Kami mengimbau masyarakat untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti rutin mencuci tangan sebelum beraktivitas dan menghindari penggunaan air yang tercemar,” pesannya.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan telah memastikan ketersediaan logistik medis, mulai dari obat-obatan hingga masker. Sinergi lintas instansi, termasuk dengan Dinas Lingkungan Hidup dan BPBD, juga terus dijalin untuk memantau kondisi lingkungan dan kualitas air di Kabupaten Banjar.
“Alhamdulillah, melalui gerak cepat bersama berbagai pihak, sejauh ini belum ada indikasi kejadian luar biasa. Harapan kami, dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan dan sanitasi, penyakit-penyakit yang rawan muncul saat kemarau dapat tertanggulangi dengan baik,” pungkasnya.
