Kolaborasi PT Pelsart Tambang Kencana dan PGRI Kotabaru, 70 Guru Dua Kecamatan Ikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas
KOTABARU – Sebanyak 70 guru jenjang SD dan SMP dari Kecamatan Sungai Durian dan Kecamatan Pamukan Barat mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara PT Pelsart Tambang Kencana bersama PGRI Kabupaten Kotabaru, yang berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (29–30 Juli 2026) di SMP Negeri 3 Sungai Durian.
Program ini menjadi langkah perdana kolaborasi antara organisasi profesi guru dengan dunia usaha dalam rangka pengembangan kompetensi pendidik di wilayah tersebut. Peserta berasal dari SD Negeri Gendang Timburu, SD Negeri Buluh Kuning, SD Negeri Mantam Desa Batuah, SMP Negeri 1 Sungai Durian, hingga SMP Negeri 1 Pamukan Barat.
Materi pelatihan yang disampaikan meliputi pembelajaran inklusif, pendekatan deep learning, serta pemanfaatan media pembelajaran interaktif dan teknologi digital yang disampaikan oleh empat narasumber berkompeten. Kegiatan ini bertujuan menjawab kebutuhan nyata guru dalam menghadapi dinamika pendidikan yang terus berkembang, sekaligus memenuhi kewajiban pengembangan profesi berkelanjutan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotabaru, Akhmad Romansyah, S.Pd., M.AP, didampingi Ketua PGRI Kabupaten Kotabaru, Hawadis Zainubah, S.Pd.
Dalam sambutannya, Akhmad Romansyah menegaskan setiap guru wajib mengembangkan kompetensi minimal 20 jam pelajaran setiap tahun agar tetap relevan.
“Pelatihan ini menjadi kesempatan berharga bagi guru untuk memperbarui wawasan dan menerapkannya langsung di kelas. Kami mengapresiasi penuh dukungan PT Pelsart Tambang Kencana yang memfasilitasi kegiatan ini,” ujarnya.
Ketua PGRI Kabupaten Kotabaru, Hawadis Zainubah, menyambut baik kerja sama pertama kali ini melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) bidang pendidikan.
“Peningkatan mutu pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Materi tentang pendidikan inklusif dan media interaktif sangat dibutuhkan saat ini agar guru mampu melayani keberagaman kebutuhan siswa. Kami berharap kolaborasi ini terus meluas ke wilayah lain,” harapnya.
Sementara itu, Manager CSR PT Pelsart Tambang Kencana, Septamto L. Inkiriwang, menjelaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan adalah investasi jangka panjang.
“Kualitas sumber daya manusia dibangun mulai dari ruang kelas. Kami ingin guru memiliki kemampuan membentuk siswa yang berpikir kritis, kreatif, dan adaptif terhadap kemajuan zaman. Kolaborasi lintas pihak ini kami harap dapat menjangkau daerah yang selama ini terbatas akses pelatihannya,” tegasnya.
Salah satu narasumber, Ambar Widiyastuti, mengingatkan bahwa tugas guru kini bukan hanya menyampaikan materi, melainkan memahami karakter dan kebutuhan unik setiap peserta didik guna menciptakan pembelajaran yang adil dan bermakna.
Para peserta pun menyampaikan apresiasinya. Tiwi (Guru SDN Buluh Kuning) menyebut materi penggunaan papan interaktif, platform digital, serta penanganan kesulitan belajar sangat membantu tugas sehari-hari. Hal senada disampaikan Reni Febrianti (Guru SMPN 1 Pamukan Barat), yang berharap kegiatan positif seperti ini terus berlanjut agar kualitas pembelajaran di daerah semakin meningkat.
Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh sinergi nyata antara pemerintah, organisasi profesi, dan dunia usaha demi menciptakan generasi penerus yang cerdas dan berdaya saing.
