BerandaHabar BanjarbaruTutup Pendidikan Bintara di...

Tutup Pendidikan Bintara di Rindam Tambun Bungai, Pangdam Zainul Arifin Tekankan Kesiapan Perkuat Batalyon Teritorial Pembangunan Kalimantan

Terbaru

Tutup Pendidikan Bintara di Rindam Tambun Bungai, Pangdam Zainul Arifin Tekankan Kesiapan Perkuat Batalyon Teritorial Pembangunan Kalimantan

BANJARMASIN – Komandan Kodam XII/Tambun Bungai, Mayor Jenderal TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., secara resmi menutup kegiatan Pendidikan Bintara di lingkungan Resimen Induk Kodam (Rindam) Tambun Bungai, Selasa (11/8/2026).

Ia menegaskan momen ini menjadi tonggak kelahiran prajurit TNI Angkatan Darat yang tangguh, unggul secara fisik, mental, serta memiliki kemampuan teritorial mendalam untuk menjawab tantangan wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Pangdam menjelaskan wilayah tugas yang sangat luas, didominasi hutan lebat, aliran sungai besar, serta daerah pedalaman menuntut kehadiran personel yang adaptif dan memahami kearifan sosial budaya masyarakat setempat.

“Pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan merupakan langkah strategis Kementerian Pertahanan untuk memperkuat peran TNI AD dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendukung percepatan pembangunan di daerah terpencil, perbatasan, dan wilayah rawan bencana di Kalimantan,” ujarnya di lokasi penutupan pendidikan.

Menghadapi dinamika keamanan yang semakin kompleks, pendidikan Bintara di Rindam terus memantapkan kemampuan inti bagi prajurit, meliputi:

  • Kemampuan tempur dan penguasaan senjata yang handal;
  • Kondisi fisik prima serta ketangguhan mental baja;
  • Kemampuan adaptasi cepat dan semangat belajar berkelanjutan;
  • Keahlian teritorial yang kuat dan mendalam.

Kepada seluruh Bintara remaja yang akan segera memperkuat jajaran Batalyon Teritorial Pembangunan, Pangdam berpesan dengan tegas agar senantiasa memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.

“Saudara tidak hanya dituntut disiplin dan profesionalisme tinggi, tetapi juga harus menjadi solusi nyata bagi masyarakat. Bangun komunikasi yang baik, pahami budaya wilayah tugas, dan jadilah prajurit yang selalu hadir untuk rakyat,” tegasnya.

Ia menegaskan kembali bahwa kekuatan pertahanan sejati berakar kuat dari kemanunggalan yang erat antara TNI dan rakyat.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka