Dari Amuntai ke Panggung Nasional: Kisah Andieny Azalea Rasyidea, Remaja Bertalenta Penuh Prestasi
AMUNTAI — Nama Andieny Azalea Rasyidea kini kian dikenal sebagai sosok remaja berprestasi dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Gadis kelahiran 28 Juni 2011 putri dari Fahrudin, S.Hut., M.S., CGCAE ini berhasil membuktikan bahwa rasa canggung di masa lalu bukanlah penghalang untuk bersinar di tingkat daerah hingga nasional.
Perjalanan Andieny tidak didapatkan secara instan. Masa SMP menjadi titik awal keberaniannya untuk keluar dari zona nyaman. Berawal dari keikutsertaannya dalam olimpiade sains dan kegiatan organisasi, ia mulai belajar menyampaikan pendapat serta berinteraksi dengan banyak orang.

Keberanian tersebut semakin teruji saat ia memutuskan terjun ke dunia modeling pada Juni 2025. Dari seorang pribadi yang dulunya sangat pendiam dan pemalu, Andieny kini mampu tampil percaya diri di panggung megah.
“Dulu aku pribadi yang sangat pendiam dan tidak berani menyampaikan pendapat. Namun, modeling dan pageant menjadi titik balik terbesar. Dari sana aku belajar berjalan di panggung, membawa diri, dan menyadari bahwa aku juga bisa bersinar,” ungkap Andieny.
Tidak hanya unggul di panggung catwalk dan ajang duta, Andieny juga mengukir prestasi mengagumkan di bidang akademik. Kombinasi kemampuan intelektual dan kecerdasannya di panggung tercermin dari berbagai penghargaan yang berhasil diraihnya:
Runner Up 2 Putri Muslimah Indonesia 2026
Juara 1 Terfavorit Putri Muslimah Indonesia 2026
Medali Perak Bidang Matematika Tingkat SMA/MAN pada Islamic Sains Olympiad 2026
Juara 5 Putri Duta Genre Kab. Hulu Sungai Utara 2026
Juara 1 Fashion Show Remaja Colorfull Kab. Tabalong
Juara Umum 3 Fashion Show Remaja Hitam Putih Duta Mall Banjarmasin
Juara Harapan 1 Fashion Show Remaja Banua Qristival 2025
Best Costume Fashion Show HSU On Style 2025
Pengalamannya di ajang Duta Genre turut memperkuat kemampuannya dalam public speaking, penyampaian gagasan, serta kepeduliannya terhadap isu-isu remaja.
Bagi Andieny, rasa minder dan dinamika kompetisi adalah bagian dari proses pendewasaan. Ia menyadari bahwa nilai sebuah perjuangan tidak hanya diukur dari piala yang dibawa pulang.
“Aku belajar bahwa prestasi bukan hanya tentang piala atau gelar, melainkan tentang keberanian untuk berkembang dan menjadi lebih baik dari diriku yang sebelumnya,” tegasnya.
Ke depannya, remaja yang bercita-cita menjadi Pramugari Internasional ini berkomitmen untuk terus mengasah kemampuannya di bidang public speaking dan modeling. Ia berharap perjalanannya dapat memberikan dampak positif serta menginspirasi generasi muda lainnya untuk berani mengambil setiap kesempatan yang ada.

