BerandaHabar BanjarbaruDinkes Banjarbaru Catat 3.107...

Dinkes Banjarbaru Catat 3.107 Kasus ISPA Awal 2026, Temukan 1 Kasus Pertusis

Terbaru

Dinkes Banjarbaru Catat 3.107 Kasus ISPA Awal 2026, Temukan 1 Kasus Pertusis

HabarkalimantanBanjarbaru — Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru mencatat 3.107 kasus penyakit saluran pernapasan dalam tiga pekan pertama tahun 2026. Data tersebut dihimpun melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) dari puskesmas dan rumah sakit di Banjarbaru.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banjarbaru, Siti Ningsih, membenarkan tingginya angka tersebut saat dikonfirmasi, Minggu (01/02/2026). Ia menjelaskan, peningkatan ini tidak hanya dipicu faktor cuaca pancaroba, tetapi juga karena sistem pelaporan yang semakin aktif dan sensitif.

“Pada 2025, unit pelapor SKDR ada 13. Tahun 2026 meningkat menjadi 19 unit. Artinya deteksi dini kini jauh lebih optimal sehingga kasus yang terlapor juga meningkat,” ujarnya.

Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu dinilai menjadi pemicu utama meningkatnya gangguan pernapasan di masyarakat.

Dalam pemantauan yang sama, Dinkes Banjarbaru juga menemukan satu kasus positif pertusis (batuk rejan). Kelompok paling rentan, kata Siti, masih didominasi balita usia 0–5 tahun, khususnya bayi yang belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap.

“Ini jadi perhatian serius kami, karena pertusis sangat berbahaya bagi bayi yang belum imunisasi DPT lengkap,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes memperketat pengawasan harian melalui SKDR untuk mengantisipasi potensi Kejadian Luar Biasa (KLB). Selain itu, dilakukan pula pengejaran cakupan imunisasi DPT bagi anak-anak yang sempat tertinggal jadwal imunisasinya.

Masyarakat diimbau untuk melengkapi imunisasi dasar dan booster anak di Posyandu maupun Puskesmas, menerapkan etika batuk, menggunakan masker saat sakit, serta meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Jika anak mengalami batuk beruntun disertai bunyi ‘whoop’ atau sesak napas, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat,” tambah Siti.

Warga yang sedang mengalami batuk pilek juga diminta membatasi interaksi dan menggunakan masker guna mencegah penularan.

Sementara itu, Rudi, seorang warga Banjarbaru yang ditemui saat berolahraga pagi di lapangan Murdjani, Senin (02/02/2026), mengaku lebih waspada terhadap kondisi kesehatan di musim pancaroba, terlebih lagi usai mengetahui kasus ISPA mencapai tiga ribu lebih pada awal tahun.

“Sekarang kalau batuk pilek saya langsung pakai masker. Anak di rumah juga saya pastikan imunisasinya lengkap. Cuaca lagi tidak menentu, jadi harus lebih jaga diri,” ujarnya.

Dinkes Banjarbaru berharap partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan dan melengkapi imunisasi dapat menekan laju penularan penyakit pernapasan di awal tahun ini.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka