BerandaHabar Provinsi KalselDinkes Kalsel Gelar Workshop...

Dinkes Kalsel Gelar Workshop Skrining Kesehatan Jiwa : Fokus Deteksi Dini & Perkuat Data, Capaian Kalsel Lampaui Target Nasional

Terbaru

Dinkes Kalsel Gelar Workshop Skrining Kesehatan Jiwa: Fokus Deteksi Dini & Perkuat Data, Capaian Kalsel Lampaui Target Nasional

BANJARMASIN – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Workshop Skrining Kesehatan Jiwa. Kegiatan ini digelar sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemampuan deteksi dini, serta memastikan pencatatan dan pelaporan data kesehatan jiwa yang akurat di seluruh kabupaten/kota se-Kalsel.

Kegiatan yang berlangsung di Banjarmasin, Selasa (12/05/2026), ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Diauddin. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa transformasi pelayanan kesehatan saat ini berfokus pada upaya promotif dan preventif, tidak sekadar pengobatan bagi yang sudah sakit, termasuk dalam penanganan masalah kesehatan jiwa.

“Transformasi pelayanan kesehatan saat ini menjadi bagian penting dan paling dekat di masyarakat, di mana fokus kita adalah menjaga orang tetap sehat, bukan hanya mengobati yang sakit, terutama dalam masalah kesehatan jiwa,” tegas Diauddin.

Diauddin menjelaskan, kesehatan jiwa merupakan salah satu persoalan kesehatan yang menjadi perhatian dunia maupun nasional. Penanganannya harus menyeluruh, bisa diakses semua kalangan usia, dan mencakup upaya pencegahan, pengobatan, hingga pemulihan secara berkualitas.

Data menunjukkan masih ada kesenjangan besar antara jumlah penderita dan yang mendapatkan pelayanan. Berdasarkan data WHO tahun 2022, sekitar 23 juta orang di dunia mengalami gangguan jiwa dengan rentang usia 15–25 tahun, namun hanya 31,3 persen yang mendapatkan layanan spesialis.

Sementara itu, data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menyebutkan, sekitar 3–4 dari 1.000 rumah tangga memiliki anggota keluarga dengan gangguan jiwa atau psikosis. Sayangnya, dari jumlah tersebut, hanya 12,7 persen yang rutin menjalani pengobatan.

Di sisi lain, Kalimantan Selatan mencatat capaian yang cukup membanggakan. Berdasarkan data ASIK CKG tahun 2025, capaian skrining kesehatan jiwa untuk indikator prevalensi depresi pada usia di atas 15 tahun di Kalsel mencapai 1,68 persen. Angka ini ternyata sudah melampaui target nasional yang ditetapkan sebesar 0,5 persen.

Meski demikian, Diauddin menekankan capaian ini harus terus ditingkatkan dan dijaga keberlanjutannya.

“Capaian ini tentu perlu terus ditingkatkan melalui komitmen bersama dalam mewujudkan upaya kesehatan jiwa yang terintegrasi, komprehensif, dan berkesinambungan sepanjang siklus kehidupan manusia,” ujarnya.

Peran aktif Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Puskesmas sangat diharapkan sebagai garda terdepan. Menurutnya, Puskesmas memiliki tanggung jawab besar dalam menggerakkan masyarakat dan melakukan skrining dini agar masalah kesehatan jiwa dapat terdeteksi lebih awal sebelum menjadi lebih parah.

Workshop ini sendiri bertujuan meningkatkan kompetensi para pengelola program kesehatan jiwa di daerah. Mulai dari teknik melakukan skrining yang benar, hingga tata cara pencatatan dan pelaporan data yang cepat, lengkap, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Diauddin berharap seluruh peserta yang hadir dari berbagai kabupaten/kota dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius hingga selesai, guna mendapatkan pembaruan pedoman dan acuan terbaru.

“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti workshop ini dengan baik sehingga mendapatkan update pedoman dan acuan bagi pengelola program kesehatan jiwa dalam melakukan skrining, serta pencatatan dan pelaporan yang lengkap untuk data kesehatan jiwa khususnya di Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka