Dorong Pengarusutamaan Gender dan Ketahanan Keluarga, Dinsos P3AP2KB Banjar Buka Sekolah Muslimat
MARTAPURA – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar resmi membuka program Sekolah Muslimat. Kegiatan yang menjadi wujud nyata pelaksanaan program prioritas Bupati Banjar ini dilangsungkan di Aula Kantor Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar, Martapura, Jumat (6/11/2026).
Program strategis berbasis pengarusutamaan gender (PUG) dan ketahanan keluarga ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar, Dr. Hj. Erny Wahdini, didampingi Kepala Bidang PPPA Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar, Merilu Ripner.
Sebanyak 30 peserta yang berasal dari dua organisasi wanita keagamaan besar yakni 15 perwakilan Muslimat NU dan 15 perwakilan Aisyiyah Muhammadiyah mengikuti rangkaian pembelajaran komprehensif ini.
Kepala Dinas Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar, Dr. Hj. Erny Wahdini, menjelaskan bahwa Sekolah Muslimat merupakan program inovasi baru yang diluncurkan pada tahun 2026 dan dirancang menjadi agenda rutin tahunan untuk mendongkrak kapasitas kaum perempuan di Kabupaten Banjar.
“Ini terkait dengan program kegiatan Sekolah Muslimat yang merupakan bagian dari program prioritas Bupati Banjar dalam rangka perwujudan pengarusutamaan gender (PUG). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perempuan di Kabupaten Banjar, khususnya dari berbagai organisasi yang tergabung dalam GOW,” ujar Erny Wahdini.
Erny mengungkapkan, jika pada sesi pertama sebelumnya berfokus pada peningkatan keterampilan tata boga (Muslimat Terampil), maka pada sesi kedua ini materi difokuskan pada penguatan pola asuh anak yang dipadukan dengan nilai-nilai keagamaan.
“Materi utamanya berkaitan dengan pola asuh anak. Narasumber kita hadirkan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) serta dari Kementerian Agama. Materi psikologi anak ini kita padukan dengan unsur-unsur keagamaan agar selaras dengan karakter daerah kita yang berjuluk Bumi Serambi Mekkah,” terangnya.
Lebih lanjut, Erny menegaskan bahwa keberlanjutan program ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Banjar dalam mempertahankan serta mengimplementasikan penghargaan Anugerah Parahita Eka Praya (APE) dari Kementerian PPPA RI.
“Insya Allah akan kita jadikan agenda tahunan. Harapannya, kaum perempuan di Kabupaten Banjar semakin berkualitas. Tidak hanya dari segi kuantitas yang banyak, tetapi kualitasnya benar-benar meningkat sehingga mampu bersaing dengan perempuan-perempuan hebat di luar sana,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang PPPA Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar, Merilu Ripner, dalam laporan pelaksanaannya menyampaikan bahwa Sekolah Muslimat akan berlangsung sebanyak tujuh kali pertemuan dalam kurun waktu satu bulan dengan metode penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab.
Program ini didanai melalui DPA SKPD Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar dengan mengandalkan kurikulum dan pengajar lintas sektor yang profesional. Materi yang diberikan mencakup psikologi keluarga dan pola asuh anak, literasi digital dan keamanan informasi bagi anak dari Dinas Kominfo, UPTD PPA serta Unit PPA Polres Banjar, kemudian Dinas Kesehatan dan Pemprov Kalsel, hingga pelatihan pengembangan diri berupa beauty class dan public speaking. Selain itu, Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) turut membekali peserta dengan keterampilan ekonomi.
“Rangkaian kegiatan Sekolah Muslimat ini nantinya akan diakhiri dengan prosesi wisuda serta penyerahan sertifikat kelulusan bagi seluruh peserta yang telah menuntaskan pembelajaran,” pungkas Merilu.
Melalui sinergi erat antara Pemkab Banjar dan organisasi kemasyarakatan perempuan ini, Sekolah Muslimat diharapkan menjadi wadah pembelajaran yang efektif dalam mencetak sosok perempuan yang mandiri, berwawasan luas, serta mampu membentengi ketahanan keluarga di Kabupaten Banjar.
