Percepat Akses Menjelang Haul, Pengaspalan Jalan Tanjung Rema Darat–Bincau Ditarget Rampung Sebelum 5 Rajab
MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) mempercepat pengerjaan pengaspalan Jalan Irigasi yang menghubungkan wilayah Tanjung Rema Darat hingga Desa Bincau. Peningkatan infrastruktur jalan tersebut ditargetkan rampung sekitar tanggal 10 Desember 2026 demi mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta jemaah menjelang momen penting Haul Guru Sekumpul atau Lima Rajab.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRP Kabupaten Banjar, Ir. Milky Rosadie, menjelaskan bahwa cakupan pekerjaan meliputi pengaspalan ulang (overlay) pada ruas jalan yang sebelumnya sudah beraspal namun mengalami kerusakan. Sementara itu, bagian ruas jalan yang belum beraspal juga ditangani secara tuntas hingga mencapai ujung jembatan.
Proyek fisik yang telah dimulai sejak pertengahan Oktober 2026 ini sejatinya memiliki masa kontrak hingga 15 Desember 2026. Kendati demikian, pihak PUPRP berupaya mengoptimalkan tenggat waktu agar jalur tersebut sudah dapat dimanfaatkan secara optimal sebelum pelaksanaan 5 Rajab.
“Kontraknya kita perhitungkan sekitar 15 Desember. Cuma kami berharap sebelum itu, karena ada momen Lima Rajab, sekitar tanggal 10 sudah selesai,” ujar Milky saat diwawancarai, Kamis (5/11/2026).
Milky menyebutkan, total panjang ruas jalan yang mendapat penanganan perbaikan mencapai kurang lebih dua kilometer lebih. Adapun lebar jalan bervariasi antara 3,5 hingga 4 meter, menyesuaikan dengan kondisi eksisting di lapangan.
Menurutnya, pengaspalan jalur ini sangat strategis mengingat potensi Jalan Irigasi sebagai jalur alternatif vital menuju Desa Bincau. Selama ini, kerusakan pada bagian ujung jalan membuat para pengguna kendaraan kerap menghindari jalur tersebut. Padahal, ruas itu memiliki potensi besar sebagai penghubung antarkawasan.
Dengan tersambungnya akses mulus hingga Desa Bincau, arus kendaraan dari arah Pintu Air maupun kawasan Sekumpul diharapkan dapat terurai dan terbagi melalui jalur alternatif ini. Langkah tersebut sekaligus menjadi strategi pemerintah daerah dalam mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas dan mendukung kelancaran mobilitas warga, khususnya saat aktivitas publik meningkat tajam menjelang Haul Sekumpul.
Lebih lanjut, Milky menambahkan bahwa ruas jalan yang diperbaiki tersebut merupakan aset milik Balai Wilayah Sungai (BWS). Oleh karena itu, pengerjaannya direalisasikan melalui mekanisme pinjam pakai setelah terbangunnya kerja sama resmi dengan instansi berwenang.
“Karena itu jalan milik BWS, tetapi kita sudah bekerja sama namanya pinjam pakai. Jadi dasarnya kita meminjam pakai untuk kemaslahatan masyarakat,” jelasnya.
