MARTAPURA – PT BPR Martapura Banjar Sejahtera sukses menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di kantor pusatnya, Jumat (12/12/2025). Agenda penting tersebut melahirkan sejumlah kesepakatan strategis, termasuk pengesahan rencana bisnis untuk tahun 2026, penunjukan kantor akuntan publik, serta penetapan kebijakan remunerasi bagi pengurus.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Kabupaten Banjar, Rachmad Ferdiansyah, memastikan bahwa seluruh poin yang diajukan oleh manajemen mendapatkan lampu hijau dari para pemegang saham.
“Alhamdulillah rapat berjalan lancar. Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Banjar, dan PT Bank Kalsel sebagai pemegang saham semuanya menyetujui tiga agenda utama yang kita sampaikan,” ungkap Rachmad.
Dalam kesempatan tersebut, Rachmad juga merincikan struktur kepemilikan saham bank pelat merah ini. Pemerintah Kabupaten Banjar tercatat sebagai pengendali utama dengan porsi 76,97 persen, diikuti Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 21,14 persen, dan PT Bank Kalsel dengan kepemilikan 2,1 persen.
“Kabupaten Banjar masih memegang porsi terbesar, lebih dari 70 persen,” jelasnya.
Menanggapi potensi penambahan suntikan dana untuk program unggulan Kurma Manis, Rachmad menekankan pentingnya pertimbangan fiskal daerah.
“Keinginan kita pasti menambah, tapi semuanya harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” tambahnya.
Dari sisi kinerja keuangan, Direktur Utama PT BPR Martapura Banjar Sejahtera, Ari Rosadi, memaparkan hasil yang menggembirakan. Sepanjang tahun 2025, perusahaan berhasil mencatatkan performa solid, bahkan melampaui ekspektasi sebelum tahun berakhir. Indikator positif terlihat dari permodalan, penyaluran kredit, hingga pendapatan bunga.
“Sampai posisi Oktober, laba kami sudah mencapai Rp2,5 miliar. Insya Allah sampai akhir Desember akan meningkat lagi. Target kami 1,8 miliar dan itu sudah terlewati,” papar Ari.
Berbekal tren positif ini, manajemen BPR Martapura Banjar Sejahtera optimistis menetapkan standar yang lebih tinggi dalam rencana bisnis tahun 2026 yang baru saja disahkan.
“Untuk tahun depan kami menaikkan target aset, penyaluran kredit, penghimpunan tabungan dan deposito, pendapatan, hingga laba setelah pajak,” tegasnya.
Terkait program Kredit Usaha Rakyat Martapura Maju Mandiri dan Agamis (Kurma Manis), Ari memastikan layanan ini akan terus bergulir. Meski demikian, pihaknya menerapkan seleksi ketat melalui BI Checking untuk memastikan kualitas debitur, mengingat tingginya animo masyarakat.
“Sekarang ada BI Checking. Jadi kita lihat dulu catatan keuangan para calon debitur. Kalau datanya bagus, program bisa ditingkatkan. Prinsipnya berdasarkan data, bukan asal,” terang Ari.
Ia juga menegaskan kembali misi sosial di balik program tersebut yang berbeda dengan produk perbankan komersial pada umumnya.
“Kurma Manis ini 0 persen, lebih banyak sosialnya. Bukan untuk mencari laba,” pungkasnya.

