Banjarbaru — Musim langsat tiba, membawa kembali perdebatan abadi: apakah ini duku atau langsat? Meskipun sering tertukar dengan sepupunya, Duku, buah Langsat (Lansium parasiticum) menyimpan keunikan tersendiri. Selain rasanya yang manis-asam menyegarkan, Langsat adalah superfood tropis yang manfaatnya melampaui daging buahnya—bahkan hingga ke kulit dan bijinya yang pahit.
Berikut adalah pembedahan eksklusif mengenai mengapa Langsat harus diakui sebagai buah dengan manfaat kesehatan yang istimewa.
- Sumber Energi Cepat Non-Glukosa
Salah satu manfaat utama Langsat adalah kemampuannya menyediakan energi instan bagi tubuh. Buah ini kaya akan Sukrosa dan Fruktosa, jenis gula alami yang langsung diubah menjadi energi tanpa harus melewati proses pencernaan yang panjang. - Kulit Langsat: Senjata Pencegah Kanker
Bagian yang sering dibuang, yakni kulit Langsat, ternyata menyimpan khasiat yang paling “eksklusif.” Kulit Langsat mengandung senyawa antioksidan kuat yang dikenal sebagai Asam Ellagic (Ellagic Acid).
Asam Ellagic adalah polifenol yang banyak diteliti karena memiliki kemampuan untuk:
Melawan Kanker: Senyawa ini membantu menghambat pertumbuhan sel kanker, terutama kanker usus besar dan payudara.
Anti-Radang Kuat: Berfungsi meredakan peradangan kronis yang menjadi akar berbagai penyakit degeneratif.
Tradisionalnya, kulit Langsat kering juga sering dibakar dan asapnya digunakan sebagai pengusir nyamuk alami, membuktikan adanya senyawa aktif yang kuat di dalamnya.
- Kaya Riboflavin dan Tiamin: Pelindung Saraf
Langsat adalah sumber vitamin B kompleks yang luar biasa, khususnya Riboflavin (Vitamin B2) dan Tiamin (Vitamin B1).
Riboflavin penting untuk produksi sel darah merah, membantu pemecahan lemak dan protein, serta melindungi sistem saraf dari kerusakan.
Tiamin berperan vital dalam mengubah karbohidrat menjadi energi dan sangat penting untuk fungsi otak dan saraf yang sehat.
Kombinasi nutrisi ini menjadikan Langsat sebagai buah yang ideal untuk menjaga kesehatan saraf dan meningkatkan fungsi kognitif.
- Biji Langsat Sebagai Anti-Parasit Tradisional
Meskipun rasanya pahit, biji Langsat telah lama digunakan dalam pengobatan herbal di beberapa komunitas Asia Tenggara. Biji Langsat diyakini memiliki sifat anti-parasit alami. Cara pengolahannya biasanya adalah dengan menumbuk biji tersebut hingga halus dan mengonsumsinya dalam dosis kecil untuk membantu mengatasi masalah cacingan.
Peringatan: Konsumsi biji Langsat harus dilakukan dengan hati-hati dan hanya berdasarkan dosis yang dianjurkan dalam pengobatan tradisional, atau lebih baik dikonsultasikan dengan ahli herbal.
Mengenal Perbedaan Langsat dan Duku
Secara penampilan, Langsat memiliki ciri khas kulit yang lebih tipis, getah yang lebih banyak (terutama saat dikupas), dan warna yang cenderung lebih kuning cerah. Langsat juga memiliki rasa yang lebih asam menyegarkan dibandingkan Duku yang cenderung lebih tebal kulitnya dan rasanya lebih manis lembut.
Dengan serangkaian manfaat dari daging buah yang manis, hingga potensi kesehatan yang tersembunyi pada kulit dan bijinya, Langsat layak mendapatkan apresiasi lebih di meja makan kita.

