BerandaHabar BanjarbaruMenanti Petunjuk Provinsi, Banjarbaru...

Menanti Petunjuk Provinsi, Banjarbaru Fokus Koordinasi Sekolah untuk POPDA 2026

Terbaru

Menanti Petunjuk Provinsi, Banjarbaru Fokus Koordinasi Sekolah untuk POPDA 2026

HabarkalimantanBanjarbaru – Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Banjarbaru masih menunggu kepastian jadwal dan ketentuan teknis pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2026 dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Meski demikian, Disporabudpar telah menerima informasi awal terkait cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan.

Kepala Bidang Olahraga Disporabudpar Kota Banjarbaru, Dewi Sukmasari, menyebutkan terdapat empat cabor yang direncanakan dipertandingkan, yakni sepak bola, sepak takraw, bola voli, serta bola basket.

“Dari surat pemberitahuan, cabor yang akan dipertandingkan di POPDA 2026 rencana ada empat cabor, yaitu sepak bola, kemudian takraw, voli, dan satunya lagi basket,” ujarnya.

Namun, Dewi menegaskan hingga saat ini pihaknya belum menerima jadwal resmi pelaksanaan POPDA 2026. Dalam surat pemberitahuan, waktu pelaksanaan masih tercantum akan ditentukan kemudian, sehingga pihaknya menunggu informasi lanjutan dari Dispora Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kita belum dapat waktu pelaksanaannya kapan, karena di surat itu tertulis ditentukan kemudian. Jadi kita menunggu dari Dispora provinsi,” katanya.

Meski belum ada kepastian, Dewi menyampaikan biasanya POPDA dilaksanakan pada bulan Mei jika mengacu pada pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, Disporabudpar mulai menyiapkan langkah awal, termasuk rencana koordinasi dengan empat cabor tersebut serta sekolah-sekolah di Banjarbaru sebagai sumber utama peserta.

“Popda ini untuk pelajar, jadi SMP dan SMA. Tapi aturan usia dan tahun kelahiran juga kita belum dapat dari provinsi, jadi sementara ini kita belum bisa memberikan kriteria seleksi. Yang jelas nanti kita akan bersurat ke sekolah-sekolah,” jelasnya.

Terkait persiapan seleksi, ia menyebut jika POPDA benar digelar Mei, maka tahapan seleksi idealnya sudah dimulai paling lambat Februari. Seleksi nantinya direncanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari administrasi, seleksi fisik, hingga teknik permainan.

“Kalau memang pas di bulan Mei, maksimal Februari kita sudah mulai seleksinya. Ini melihat dari seleksi administrasi, seleksi fisik, sampai nanti teknik pertandingan,” tambahnya.

Dewi mengakui kondisi waktu persiapan menjadi tantangan, mengingat jadwal yang dinilai cukup mepet dan adanya bulan Ramadan pada Februari yang dapat memengaruhi intensitas latihan dan seleksi.

“Kita juga pengen cepat-cepat, karena jadwalnya ini sudah agak mepet. Idealnya tiga bulan persiapan, sementara kalau dua bulan itu sudah agak kurang,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kasi Olahraga Berprestasi dan Olahraga Kemasyarakatan Disporabudpar Kota Banjarbaru, Nanang Ramadia, menilai seleksi belum bisa dilakukan terburu-buru karena persyaratan resmi dari provinsi belum diterbitkan.

“Kita upayakan kalau memang atletnya tersedia dan siap, insya Allah kita kirimkan. Tapi kami masih menunggu informasi lanjutan dari Dispora Kalsel, karena kalau buru-buru seleksi, takutnya persyaratannya bertabrakan atau kriterianya berubah,” ujarnya.

Nanang menambahkan, salah satu aspek yang kerap menjadi kendala dalam POPDA adalah ketentuan domisili peserta. Menurutnya, pada pelaksanaan sebelumnya, syarat domisili pernah menggunakan domisili rumah dan pada tahun lain menggunakan domisili sekolah, sehingga perlu kepastian sejak awal agar tidak merugikan peserta.

“Yang sering jadi rintangan ini masalah domisili. Kadang ada yang sekolah di Banjar tapi rumahnya di Banjarbaru, atau rumahnya di Martapura tapi sekolahnya di Banjarbaru. Kalau sudah terdaftar lalu syaratnya tidak terpenuhi, kasihan,” katanya.

Ia menyebut batas usia peserta pada umumnya berkisar maksimal kelas 2 SMA atau sekitar 16 tahun, namun ketentuan pasti tetap menunggu regulasi resmi dari provinsi.

“Untuk umur biasanya maksimal kelas 2 SMA atau kurang lebih 16 tahun. Tapi untuk kepastiannya tetap menunggu dari provinsi,” tutupnya.

Disporabudpar Banjarbaru menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pihak sekolah dan cabang olahraga terkait sambil menunggu jadwal serta ketentuan teknis POPDA 2026 dari Dispora Provinsi Kalimantan Selatan.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka