BerandaHabar TapinPemkab Tapin Dorong Standar...

Pemkab Tapin Dorong Standar Keselamatan, PMI Latih Sopir Ambulans dan Damkar

Terbaru

RANTAU – Pemerintah Kabupaten Tapin mendorong peningkatan standar keselamatan layanan darurat melalui pelatihan mengemudi bagi sopir ambulans dan armada pemadam kebakaran yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Tapin.

Kepala Dinas Kesehatan Tapin, Noor Irfansyah, mengatakan sebanyak 22 peserta dari unsur relawan dan petugas lapangan mengikuti pelatihan yang difokuskan pada kemampuan berkendara aman dalam situasi berisiko tinggi.

“Kebutuhan pengemudi terlatih semakin mendesak seiring meningkatnya mobilitas dan potensi kecelakaan di jalan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem layanan darurat yang cepat, tepat, dan aman, sekaligus mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan organisasi kemanusiaan.

“Kecepatan memang penting dalam kondisi darurat, tetapi tidak boleh mengorbankan keselamatan. Pengemudi harus memahami prinsip kehati-hatian dalam setiap situasi,” katanya.

Ketua PMI Tapin, H Dedy Arief Budiman, menambahkan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengemudi, meski sebagian peserta telah memiliki keterampilan dasar.

“Kesalahan kecil di jalan bisa berdampak fatal, tidak hanya bagi petugas tetapi juga pengguna jalan lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, pengemudi ambulans dan armada pemadam kebakaran berada di garis depan penanganan krisis, sehingga dituntut mampu mengambil keputusan cepat namun tetap terukur.

Adapun materi pelatihan meliputi teknik safety driving, pengenalan risiko di jalan, pengambilan keputusan dalam kondisi kritis, serta penguatan koordinasi tim dan komunikasi saat penanganan darurat.

Sementara itu, Operation Manager PT Bhumi Rantau Energi, Agung Santoso, menyebut peningkatan keterampilan mengemudi menjadi kunci dalam mendukung layanan darurat yang efektif.

“Profesionalisme pengemudi ambulans, petugas damkar, dan relawan sangat menentukan keberhasilan penanganan kecelakaan maupun kebakaran di lapangan,” ucapnya.

Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan darurat di Kabupaten Tapin, sekaligus menekan risiko kecelakaan saat penanganan situasi kritis di lapangan.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka