BerandaHabar Provinsi KaltimPemprov Kaltim Gelontorkan Rp...

Pemprov Kaltim Gelontorkan Rp 1,3 Triliun untuk Gratispol, Gubernur Rudy Mas’ud Tepati Janji Gratispol

Terbaru

SAMARINDA. HABARKALIMANTAN.COM – Langkah konkrit dalam mendorong pemerataan akses pendidikan tinggi terus ditunjukkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim). Lewat Program Gratispol Pendidikan, alokasi dana fantastis mencapai Rp 1,3 triliun siap diserap hingga 2026 mendatang untuk memastikan anak-anak daerah bisa mengecap bangku kuliah tanpa terbentang kendala finansial.
​Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa gagasan Gratispol digulirkan bukan sekadar pemanis janji, melainkan langkah nyata dalam menyiapkan generasi muda Benua Etam yang kompetitif dan siap bersaing di kancah nasional hingga mancanegara.
​”Gratispol ini adalah fondasi investasi SDM Kaltim ke depan. Pemerintah daerah mengambil peran agar seluruh anak bangsa di sini memiliki peluang yang setara. Pembangunan daerah tidak sebatas fisik dan bangunan, tapi yang paling mendasar adalah membangun potensi manusianya,” ungkap Rudy penuh optimistis.
​Berdasarkan data hingga semester ganjil 2026, implementasi program prioritas ini telah mencatatkan sejumlah capaian penting:
​Pagu Anggaran: Rp 1,3 Triliun dialokasikan khusus untuk subsidi biaya perkuliahan serta operasional penunjang.
​Jangkauan Penerima: Menyasar sebanyak 105.000 mahasiswa aktif yang tersebar di wilayah Kaltim.
​Mitra Kampus: Merangkul 52 Perguruan Tinggi, terdiri dari 7 Kampus Negeri (PTN) dan 45 Kampus Swasta (PTS).
​Dampak positif dari program ini turut dirasakan langsung di lingkungan Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Sebanyak 1.300 mahasiswa di kampus keagamaan tersebut kini resmi dibebaskan dari kewajiban Uang Kuliah Tunggal (UKT).
​Menanggapi berbagai masukan dari civitas akademika dan mahasiswa, Rudy memastikan bahwa Pemprov Kaltim terus menyempurnakan skema penyaluran bantuan agar makin presisi. Pihaknya bahkan mulai mengkaji skema pendampingan dana operasional harian (living cost) bagi mahasiswa dari keluarga prasejahtera dengan merangkul pemerintah kabupaten/kota setempat.
​”Seluruh masukan dan dinamika di lapangan terus kami evaluasi. Sistem penyaluran dan validasi data penerima akan terus diperketat agar benar-benar tepat sasaran. Target kita jelas: anak-anak Kaltim harus bisa menyelesaikan studinya sampai tuntas dan kembali mengabdi untuk daerah,” pungkas Gubernur.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka