BerandaHabar BanjarWujud Empati Musibah Banjir,...

Wujud Empati Musibah Banjir, Kapolres Banjar Imbau Warga Rayakan Tahun Baru dengan Doa Bersama

Terbaru

MARTAPURA – Menjelang pergantian tahun menuju 2026, Kepolisian Resor (Polres) Banjar mengeluarkan imbauan tegas bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Banjar. Kapolres Banjar, AKBP Dr. Fadli, S.H., S.I.K., M.Si., meminta warga untuk meniadakan perayaan pesta pora dan penyalaan kembang api sebagai bentuk solidaritas terhadap para korban bencana alam.

​Langkah ini diambil mengingat sebagian besar wilayah Kabupaten Banjar saat ini tengah berjuang menghadapi musibah banjir. Dalam konferensi pers yang digelar di Pendopo Tathya Dharaka Mapolres Banjar, Rabu (31/12/2025), AKBP Fadli menekankan pentingnya rasa empati di tengah situasi sulit ini.

​Kapolres telah mengedarkan imbauan yang melarang penggunaan kembang api maupun petasan. Alih-alih merayakannya dengan kemeriahan, masyarakat diajak untuk melaksanakan doa bersama demi keamanan dan kondusivitas wilayah.

​Pihak kepolisian juga tidak segan-segan mengingatkan adanya konsekuensi hukum yang serius bagi pelanggar:
​Denda Pidana: Penggunaan kembang api yang mengganggu lingkungan dapat dikenakan denda maksimal Rp10 juta berdasarkan Pasal 265 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
​Pidana Penjara: Jika aktivitas tersebut memicu kebakaran atau ledakan yang membahayakan publik, pelaku terancam pidana 9 tahun penjara.
​Sanksi Maksimal: Apabila mengakibatkan hilangnya nyawa, hukuman dapat meningkat hingga 15 tahun penjara, sesuai Pasal 308 ayat (1) hingga (3) UU No. 1 Tahun 2023.

​Selain kondisi banjir di Kabupaten Banjar, Kapolres juga mengajak masyarakat menundukkan kepala bagi saudara-saudara di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang saat ini tengah dalam masa pemulihan pascabencana alam yang menelan korban jiwa.

​Mengingat curah hujan yang masih tinggi dan banyaknya kecamatan yang tergenang air, AKBP Fadli berharap dukungan penuh dari masyarakat untuk menjaga suasana tetap tenang.

​”Supaya masyarakat kita juga ikut prihatin, jangan kita berpesta bersenang-senang di atas penderitaan rekan-rekan kita, masyarakat banjar yang terdampak banjir, juga bagaimana caranya kita bisa membantu mereka,” pungkasnya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka