Wujud Solidaritas, Pemko Banjarbaru Salurkan Bantuan Rp860 Juta untuk Korban Banjir Sumatra
HABARKALIMANTAN – BANJARBARU – Kepedulian masyarakat Kota Banjarbaru terhadap sesama kembali terwujud nyata. Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru secara resmi menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp860.344.260,26 untuk membantu proses pemulihan warga terdampak banjir di wilayah Sumatra.
Dana tersebut merupakan hasil donasi kolektif yang dihimpun melalui posko bantuan Pemko Banjarbaru, yang melibatkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga Non-ASN, hingga dukungan dari instansi seperti Bank Kalsel.
Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, menjelaskan bahwa bantuan disalurkan melalui koordinasi dengan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) untuk memastikan ketepatan sasaran. Proses distribusi di lapangan difasilitasi oleh Pemerintah Kota Banda Aceh dalam bentuk barang-barang kebutuhan pokok.
“Alhamdulillah, amanah dari masyarakat Banjarbaru telah diterima oleh para penerima manfaat. Kami menyalurkan bantuan ini dalam bentuk barang yang disesuaikan dengan kebutuhan mendesak di lapangan,” ujar Lisa Halaby, Kamis (22/01/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga Banjarbaru yang telah menyisihkan rezeki mereka.
“Semoga kebaikan masyarakat ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatra yang sedang menjalani masa pemulihan,” tambahnya.
Wali Kota Banda Aceh, Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, S.E., dalam pernyataan resminya menyambut baik bantuan tersebut. Pihaknya bergerak cepat mendistribusikan bantuan ke titik-titik yang masih dalam tahap rehabilitasi pasca-banjir.
“Kami langsung memfasilitasi penyaluran bantuan ini setelah koordinasi intensif dengan Wali Kota Banjarbaru dan jajaran APEKSI. Bantuan yang diberikan berupa pakaian, selimut, obat-obatan, perlengkapan mandi, hingga alat kebersihan,” jelas Illiza.
Menurutnya, bantuan dari Kota Banjarbaru ini sangat berarti, mengingat beberapa wilayah masih membutuhkan dukungan logistik yang besar untuk kembali normal. “Ini adalah bentuk persaudaraan yang luar biasa antar-pemerintah kota di Indonesia,” pungkasnya.
