Heboh warga kompleks Rizky Balangan Residence protes kepada PT Air Minum (PTAM) Sanggam setelah enam hari tidak mendapat pasokan air.
Dengan tidak mengalirnya pasokan air ketempat mereka, para warga kesulitan unruk melakukan aktivitas sehari-hari seperti mandi, buang air, memasak dan mencuci piring sehingga banyak sekali cucian kotor yang menumpuk.
“Akhirnya kami harus membeli air bersih isi 5.000 liter seharga Rp250 ribu di hari pertama,” papar Arif, salah seorang warga kompleks.
Padahal pelanggan PTAM Sanggam di Kompleks Rizky Balangan Residence cukup banyak.
“Terdapat sekitar 400 kepala keluarga,” papar Salahuddin yang menjadi Ketua RT 16 di Kelurahan Paringin Selatan tersebut.
Terkait keluhan warga, Arie Widodo selaku Direktur PTAM Sanggam menjelaskan kondisi tersebut disebabkan kekurangan aliran distribusi ke booster.
Imbasnya tekanan berkurang dan tidak mampu mengantar air ke bagian ujung kompleks.
“Posisi geografis rumah di perbukitan juga ikut menentukan distribusi. Faktanya posisi rumah di dataran rendah masih mendapatkan suplai air,” jawab Arie, Senin (16/10/23).
“Sebagai solusi jangka panjang, kami akan membuat jalur khusus distribusi dari booster yang langsung menuju Rizky Balangan Residence, tanpa harus melewati kompleks lain,” imbuhnya.
Sementara untuk jangka pendek, PTAM Sanggam mendistribusikan air menggunakan truk tangki berkapasitas 5.000 liter ke rumah-rumah warga.
“Kami berharap warga mempersiapankan tandon untuk menampung air yang akan didistribusikan melalui truk tangki,” tambah Shalihin, Kepala Bidang Teknis PTAM Sanggam.
Di sisi lain, PTAM Sanggam akan memindah jalur pipa distribusi air ke Rizky Balangan Residence, “Selama seminggu kedepan, kami juga akan mengganti pipa distribusi dengan diameter yang lebih besar,” pungkas Shalihin.
Pewarta: Muhammad Fadillah.
Editor : AS Pemil


