BANJARMASIN – Guna mengantisipasi lonjakan harga dan kelangkaan bahan pokok usai perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Ditreskrimsus Polda Kalimantan Selatan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Sentra Antasari, Banjarmasin, Senin (5/1/2026).
Kegiatan monitoring ini dipimpin oleh Kompol Suryanthi, S.H., bersama AKP Suparli, S.H., M.H., serta didampingi personel Satgas Pangan lainnya. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako) di pasar tradisional terbesar di ibu kota Kalimantan Selatan tersebut.
Dalam penyisiran ke sejumlah kios dan lapak, tim Satgas Pangan mengecek secara detail komoditas penting seperti beras, minyak goreng, telur, daging ayam, cabai, serta bawang merah dan putih.
“Alhamdulillah, berdasarkan hasil pengecekan hari ini, stok bahan pokok di Pasar Sentra Antasari terpantau melimpah pasca libur panjang. Harga-harga di tingkat pedagang juga relatif stabil dan tidak ditemukan gejolak yang signifikan,” ujar Kompol Suryanthi melalui AKP Suparli di lokasi.
Menurutnya, stabilitas ini merupakan hasil dari koordinasi lintas sektoral yang intensif antara Polda Kalsel, Dinas Perdagangan, Bulog, dan asosiasi pedagang yang telah diperkuat sejak sebelum masa libur Nataru.
Selain memantau harga, Satgas Pangan juga menegaskan fungsi pengawasan terhadap praktik curang yang merugikan konsumen.
“Fungsi pengawasan tetap berjalan ketat. Kami memastikan tidak ada praktik penimbunan barang, permainan harga (spekulasi), maupun peredaran bahan pangan yang tidak memenuhi standar keamanan,” tegas AKP Suparli.
Meski kondisi saat ini terkendali, Polda Kalsel mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menjadi konsumen yang cerdas. Warga diminta segera melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan indikasi kelangkaan yang tidak wajar atau permainan harga di lapangan.
Kehadiran Satgas Pangan di tengah pasar mendapat apresiasi dari para pengunjung. Warga berharap stabilitas ini terus terjaga, mengingat fluktuasi harga sering terjadi menjelang momen besar lainnya, seperti bulan suci Ramadhan.
“Kami akan terus melakukan monitoring rutin dan operasi pasar di berbagai wilayah Kalimantan Selatan. Tujuannya jelas, menjamin hak masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga wajar dan kualitas yang aman,” pungkasnya.


