BANJARMASIN – Di tengah hiruk-pikuk kesibukan pemerintahan di awal tahun 2026, sebuah momen sakral nan bersahaja berlangsung di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Banjarmasin. Hari ini, Senin (5/1/2026), Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, resmi melepas masa lajangnya dengan dipersunting oleh Ketua DPD NasDem Banjarbaru, Rifqi Maulana Mansyur.
Ada yang menarik dan berbeda dari pernikahan pejabat publik kali ini. Alih-alih menggelar pesta pora mewah di gedung berbintang, pasangan politisi ini memilih jalur “kesederhanaan yang bermakna”.
Satu hal yang paling menyita perhatian adalah mas kawin atau mahar yang diberikan. Rifqi Maulana Mansyur memberikan mahar sebesar Rp100 ribu tunai. Angka yang tergolong sangat kecil untuk ukuran tokoh publik, namun sarat akan pesan bahwa esensi pernikahan bukanlah pada nilai materi, melainkan pada keikhlasan dan niat ibadah.
“Akadnya berlangsung sangat simpel dan khidmat. Mahar Rp100 ribu tersebut dibayar tunai dalam satu tarikan napas,” ujar salah satu saksi di lokasi.
Suasana di rumah dinas tampak syahdu dengan dekorasi dominan warna putih bersih. Hujan gerimis yang mengguyur Kota Banjarmasin sejak pagi seolah menambah kekhusyukan prosesi ijab kabul.
Acara ini dihadiri oleh lingkaran keluarga inti dan rekan sejawat terdekat. Bertindak sebagai saksi pernikahan adalah tokoh-tokoh penting Banua, yakni:
- HM Yamin HR (Wali Kota Banjarmasin)
- H. Mansyur (Ayah kandung mempelai pria/Tokoh Pengusaha Kalsel)
- H. Saidi Mansyur (Bupati Banjar yang juga merupakan kakak dari mempelai pria)
Selain aspek personal, pernikahan ini secara tidak langsung menyatukan dua figur politik dari dua kota bertetangga, Banjarmasin dan Banjarbaru. Meski keduanya adalah kader Partai NasDem, Ananda menegaskan sejak awal bahwa dirinya ingin prosesi ini berlangsung jauh dari hingar-bingar politik.
“Tidak ada undangan besar, kami ingin suasana yang lebih private dan kekeluargaan saja,” ungkap Ananda dalam sebuah pernyataan singkat sebelum hari bahagia tersebut.
Kini, pasangan “Wawali Banjarmasin – Ketua NasDem Banjarbaru” ini telah sah menjadi suami istri. Kesederhanaan mahar dan lokasi acara di rumah dinas seolah menjadi oase di tengah stigma bahwa pernikahan pejabat haruslah selalu megah dan berbiaya tinggi.

