MARTAPURA – Intensitas hujan yang tinggi di awal tahun 2026 mengakibatkan debit Sungai Martapura meluap dan merendam ribuan rumah di Kabupaten Banjar. Hingga Senin (5/1/2026), situasi banjir di wilayah Martapura dan sekitarnya dilaporkan masih dalam status siaga dengan dampak sosial yang kian meluas.
Berdasarkan data terbaru dari Pusdalops BPBD Kabupaten Banjar, jumlah warga terdampak di 10 kecamatan kini mencapai 91.790 jiwa. Meski di beberapa titik genangan air dilaporkan menyusut, namun kepadatan warga yang merasakan dampak langsung justru meningkat, terutama di kawasan padat penduduk.
Selain permukiman, fasilitas pendidikan menjadi sektor yang paling terdampak. Pemerintah Kabupaten Banjar secara resmi telah menginstruksikan penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi satuan pendidikan yang bangunannya terendam.
“Sebanyak 210 satuan pendidikan di Kabupaten Banjar terdampak banjir. Untuk menjamin keselamatan siswa dan guru, kami menerapkan sistem belajar dari rumah hingga kondisi kembali kondusif,” tulis laporan resmi Dinas Pendidikan Banjar.
Ketinggian air di wilayah permukiman bervariasi antara 30 sentimeter hingga 1 meter, bahkan di beberapa desa di Kecamatan Sungai Tabuk dan Martapura Barat, air sempat menyentuh angka 2 meter.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, menjelaskan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah penanganan kelompok rentan. “Meski secara geografis wilayah terdampak ada yang menyusut, namun jumlah pengungsi justru meningkat menjadi sekitar 4.110 jiwa. Kami memprioritaskan lansia, ibu hamil, balita, dan warga disabilitas untuk mendapatkan tempat pengungsian yang layak,” ungkap Yudi.
Sementara itu, di tingkat kecamatan, Kapolsek Martapura Barat, IPTU Albert Manalu, melaporkan bahwa aktivitas warga di wilayahnya hampir lumpuh total.
“Ketinggian air di jalan raya mencapai 1 meter. Bahkan kantor Polsek kami pun turut terdampak genangan. Personel kami terus bersiaga untuk membantu evakuasi warga jika debit air kembali meningkat,” ujarnya.
Bupati Banjar, H. Saidi Mansyur, terpantau turun langsung ke lokasi-lokasi banjir seperti kawasan Keraton dan Sungai Tabuk untuk menyalurkan bantuan logistik. Pemerintah telah mengoperasikan dapur umum yang memproduksi ribuan nasi bungkus setiap harinya untuk didistribusikan kepada warga yang memilih bertahan di rumah.
Di sisi lain, keluhan kesehatan mulai muncul. Warga di Desa Lok Buntar dan Sungai Rangas mulai mengeluhkan penyakit kulit akibat terlalu lama terendam air. Menanggapi hal ini, Dinas Kesehatan Banjar telah menggelar bakti kesehatan massal dan menyiagakan puskesmas keliling di titik-titik rawan.
Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, yang sempat meninjau lokasi pengungsian di Sungai Tabuk, memastikan bahwa pemerintah pusat akan memberikan bantuan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat bencana ini.
Ringkasan Data Banjir Kabupaten Banjar (Update 5 Jan 2026):
| Kategori | Data Terkini |
| Jiwa Terdampak | 91.790 Jiwa |
| Kecamatan Terendam | 10 Kecamatan (Termasuk Martapura Kota & Barat) |
| Satuan Pendidikan Terdampak | 210 Sekolah (Menerapkan PJJ) |
| Ketinggian Air | 30 cm – 2 meter (Bervariasi) |
| Status Pendidikan | Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) |

