Didominasi Wisnus, Disporabudpar Banjarbaru Catat Lonjakan Wisatawan Saat Lebaran 2026
Banjarbaru — Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Banjarbaru mencatat adanya peningkatan signifikan kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2026. Lonjakan ini terutama terjadi pada periode setelah hari utama Lebaran.
Kepala Seksi Pembinaan dan Pengembangan Pariwisata Disporabudpar Banjarbaru, Silfiana Wahidah, menyampaikan tren kunjungan mulai terlihat meningkat pada H+2 Lebaran.
“Kalau dilihat dari data kami, memang terjadi peningkatan cukup signifikan di tanggal 22 sampai 24 Maret,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (26/03/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah destinasi wisata favorit di Banjarbaru mengalami lonjakan pengunjung, di antaranya Wisata Alaska Park yang mencatat 2.826 pengunjung, D’Legenda sebanyak 2.550 pengunjung, Amanah Borneo Park 2.415 pengunjung, serta Aquatica Waterpark & Playground dengan 2.293 pengunjung.
“Destinasi yang berbasis rekreasi keluarga masih menjadi pilihan utama. Ini terlihat dari tingginya kunjungan di beberapa tempat wisata tersebut,” tambahnya.
Sejalan dengan meningkatnya kunjungan wisata, sektor perhotelan juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Disporabudpar, total kamar yang terjual selama periode libur panjang mencapai 5.666 kamar.
“Untuk hotel, memang terjadi peningkatan okupansi. Beberapa hotel besar mencatat tingkat hunian yang cukup tinggi selama periode tersebut,” jelas Silfiana.
Namun demikian, ia menegaskan kontribusi wisatawan mancanegara (wisman) masih relatif kecil dibandingkan wisatawan nusantara (wisnus).
“Wisman masih belum berdampak besar. Kalau pun ada, biasanya saat mendekati event besar atau ketika mereka berkunjung ke destinasi yang termasuk kawasan Geopark Meratus,” ungkapnya.
Menurutnya, saat ini kunjungan wisata di Banjarbaru masih didominasi oleh wisatawan domestik dari wilayah sekitar Kalimantan.
“Kalau wisnus, kebanyakan berasal dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Jadi memang masih didominasi wisatawan regional,” katanya.
Silfiana juga mengakui data kunjungan yang tercatat belum sepenuhnya menggambarkan kondisi riil di lapangan, mengingat masih ada sejumlah penginapan dan destinasi wisata yang belum memberikan laporan.
“Kami akui masih ada kendala dalam pendataan, karena tidak semua penginapan kooperatif dalam melaporkan data. Jadi kemungkinan angka sebenarnya bisa lebih tinggi,” jelasnya.
Meski demikian, ia menilai tren peningkatan kunjungan selama Lebaran ini menjadi indikator positif bagi sektor pariwisata Banjarbaru.
“Ini tentu menjadi peluang yang baik. Ke depan, kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas destinasi, promosi, serta sistem pendataan agar sektor pariwisata bisa berkembang lebih optimal,” tutupnya.
