RANTAU – Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kegiatan Sosialisasi Pemahaman dan Kesadaran Bela Negara yang berlangsung di Kabupaten Tapin.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat karakter kebangsaan, khususnya bagi para kader PKK, Senin (6/4/2026) di Hotel Roditha Banjarmasin.
Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Masrupah Syarifuddin, dalam sambutannya menegaskan bahwa semangat bela negara bukan hanya milik aparat, melainkan menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat.

“Semangat bela negara bukan hanya milik mereka yang mengangkat senjata, tetapi milik setiap insan yang memiliki rasa cinta terhadap bangsa Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membangun fondasi bangsa yang kuat. Melalui keluarga yang sejahtera, akan lahir sumber daya manusia yang tangguh dan berdaya saing.
“PKK memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan bangsa melalui pemberdayaan keluarga. Keluarga adalah lini terkecil yang memiliki kekuatan besar dalam membentuk karakter bangsa,” jelasnya.
Menurutnya, komitmen PKK dalam membangun ketahanan keluarga telah tertuang dalam sepuluh program pokok PKK yang menjadi pedoman dalam menjalankan berbagai kegiatan di masyarakat.
“Program-program tersebut harus digerakkan oleh kader yang memiliki kompetensi, keterampilan, serta rasa cinta tanah air dan kesadaran bela negara,” tambahnya.
Masrupah berharap, melalui kegiatan sosialisasi ini, para kader PKK dapat memahami serta mengimplementasikan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ketua I TP PKK Kabupaten Tapin Bidang Pembinaan Karakter Keluarga, Hj. Elya Hartati, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut sebagai upaya meningkatkan pemahaman kader di daerah.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan pemahaman yang lebih luas kepada kader PKK di Tapin tentang pentingnya bela negara, yang bisa dimulai dari lingkungan keluarga,” ujarnya.
Ia berharap, para peserta dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat dengan menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan semangat gotong royong.
“Semoga para kader dapat mengamalkan ilmu yang didapat dan menularkannya kepada masyarakat, sehingga tercipta keluarga yang kuat dan berkontribusi dalam menjaga keutuhan bangsa,” tutupnya.
