Lonjakan Harga Bahan Pokok Tekan Daya Beli Warga Kalsel, Pemprov Siapkan Pasar Murah
Banjarbaru – Harga sejumlah bahan pokok di Kalimantan Selatan mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini membuat masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan data Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, lonjakan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai. Di sejumlah daerah seperti Tanah Laut dan Hulu Sungai Tengah, harga cabai rawit lokal bahkan mencapai Rp150.000 per kilogram.
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, menyebutkan kenaikan harga ini dipicu oleh berbagai faktor, terutama distribusi dan biaya logistik.
“Selain distribusi yang terganggu, kenaikan biaya angkut akibat harga BBM juga turut memengaruhi harga di tingkat pasar,” ujarnya, Minggu (26/04/2026).
Tidak hanya cabai, komoditas bawang merah juga masih mengalami fluktuasi harga di sejumlah wilayah. Di Banjarbaru, Tabalong, dan Tanah Laut, harga bawang merah berada di kisaran Rp50.000 per kilogram. Sementara itu, di Kabupaten Banjar, harga mulai turun ke angka Rp45.000 setelah sebelumnya sempat melonjak hingga Rp72.000 per kilogram.
Kenaikan harga juga merambat sektor bahan pangan lainnya. Di Tanah Bumbu, harga daging ayam ras tercatat mencapai Rp42.000 per kilogram, sedangkan telur ayam ras berada di kisaran Rp34.000 per kilogram.
Untuk komoditas lain, beras premium di Hulu Sungai Selatan telah menyentuh Rp17.600 per kilogram. Adapun gula pasir di beberapa daerah masih bertahan di kisaran Rp20.000 hingga Rp22.000 per kilogram.
Di tengah kenaikan berbagai komoditas, harga minyak goreng bersubsidi Minyakita masih terpantau stabil sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) di angka Rp15.700 per liter. Selain itu, harga kedelai impor di Banjarmasin juga relatif stabil di kisaran Rp19.000 per kilogram.
Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berencana melakukan intervensi melalui pelaksanaan pasar murah di seluruh kabupaten/kota.
Program tersebut digelar atas arahan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, sebagai upaya menekan laju inflasi sekaligus membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok.
Dalam kegiatan pasar murah, masyarakat dapat memperoleh sejumlah bahan pokok seperti gula, minyak goreng, dan tepung dengan harga lebih terjangkau.
“Pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, terutama di tengah kondisi ekonomi yang menantang,” tutupnya.


