Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendorong peningkatan kualitas peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar mampu bersaing di era digitalisasi yang terus berkembang pesat.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalsel H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Muhammad Syarifuddin saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) SMK Tahun 2026 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Selasa (5/5/2026).
Dalam sambutannya, Syarifuddin menegaskan bahwa perkembangan teknologi menuntut dunia pendidikan, khususnya SMK, untuk adaptif dan responsif terhadap kebutuhan dunia kerja.
“Era digitalisasi menuntut kerja sama semua pihak untuk meningkatkan kualitas siswa didik SMK. Pengelola sekolah harus jeli melihat peluang pasar dan kebutuhan dunia industri,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah Disdikbud Kalsel dalam merumuskan strategi menghadapi dinamika dunia usaha dan industri. Menurutnya, keselarasan antara dunia pendidikan dan dunia kerja menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya saing lulusan.
“Institusi pendidikan harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri yang terus berubah. Diperlukan terobosan agar lulusan SMK dapat terserap optimal di dunia kerja,” tambahnya.
Lebih lanjut, Syarifuddin menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan pendidikan, tidak hanya melibatkan Disdikbud, tetapi juga SKPD terkait dan pihak swasta.
Ia turut menyoroti indikator keberhasilan pendidikan, seperti angka partisipasi sekolah dan rata-rata lama sekolah yang ditargetkan mencapai 13 tahun atau lebih.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kalsel Abdul Rahim menyampaikan bahwa pendidikan vokasi harus mampu mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga karakter kuat, etos kerja, serta kemampuan adaptasi tinggi.
Ia juga mengungkapkan hasil evaluasi bersama BPKP yang menunjukkan tantangan serius, di mana lulusan pendidikan dasar justru lebih cepat terserap di dunia kerja dibandingkan lulusan SMK.
“Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita, salah satunya melalui penguatan karakter peserta didik,” jelasnya.
Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdikbud Kalsel Firna Azika menambahkan, rakor ini menitikberatkan pada enam fokus utama, di antaranya penguatan karakter, pencegahan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa, serta peningkatan kerja sama dengan dunia industri.
Selain itu, keselarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja akan diperkuat melalui program magang industri dan kehadiran praktisi sebagai guru tamu.
Rakor yang mengusung tema “Partisipasi Semesta Vokasi Bermutu untuk Semua” ini berlangsung pada 5–7 Mei 2026 dan diikuti 140 peserta, terdiri dari pengawas dan kepala SMK se-Kalsel. Kegiatan juga menghadirkan narasumber dari berbagai SKPD lingkup Pemprov Kalsel.
Melalui rakor ini, diharapkan SMK di Kalimantan Selatan mampu terus berinovasi dan memperkuat sinergi dengan pemerintah serta dunia usaha, guna menciptakan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing tinggi.



