PARINGIN – Kreativitas siswa SMAN 2 Juai, Kabupaten Balangan, dalam mengembangkan potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi mendapat perhatian dari PT Saratoga Investama Sedaya Tbk.
Hal itu terlihat saat Division Head Corporate Communications & Sustainability PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, Faruna Catharina F. Latjuba atau Ocha, mengunjungi SMAN 2 Juai bersama Yayasan Amal Bhakti Nusantara (YABN), Selasa (11/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung penerapan Program Pendidikan Lingkungan Hidup yang dikembangkan oleh SMAN 2 Juai.
Kedatangan rombongan disambut Kepala SMAN 2 Juai Baihaki bersama jajaran dewan guru dan para siswa.
Baihaki mengatakan, sekolahnya terus menjaga komitmen terhadap program pendidikan lingkungan sejak para siswa dan guru mendapatkan pembekalan melalui Eco Camp Bandung.
Komitmen itu kemudian diterapkan dalam berbagai kegiatan di lingkungan sekolah. Mulai dari bazar ramah lingkungan antarkelas, penampilan bakat siswa, hingga pembudidayaan tanaman dan pangan khas daerah.
“Program tersebut diimplementasikan melalui berbagai kegiatan, mulai dari upacara pembukaan yang dirangkai dengan bazar ramah lingkungan antarkelas, penampilan bakat siswa, hingga penyerahan cenderamata berupa bibit anggrek bulan, bibit air mata pengantin, pisang, dan waluh khas Juai untuk dibudidayakan kembali,” ujar Baihaki.
Menurutnya, kunjungan Saratoga dan YABN menjadi kesempatan penting untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan sekaligus membangun karakter dan kepedulian siswa terhadap lingkungan.
“Melalui kunjungan ini, diharapkan SMAN 2 Juai terus melahirkan generasi yang berprestasi, berkarakter, dan peduli terhadap lingkungan,” katanya.
Rombongan kemudian diajak melihat berbagai fasilitas dan inovasi lingkungan yang dikembangkan sekolah. Di antaranya Sky Garden, kawasan konservasi air, tempat pengomposan, hingga area pelestarian anggrek.
Ocha mengaku terkesan dengan konsistensi keluarga besar SMAN 2 Juai dalam mempertahankan budaya peduli lingkungan yang telah dibangun, termasuk kontribusi para Alumni Green Leader.
“Saya terharu dan terkesan dengan ide-ide kreatif serta konsistensi keluarga besar SMAN 2 Juai dalam menerapkan pendidikan lingkungan hidup,” ungkap Ocha.
Tak hanya program lingkungan, kreativitas siswa dalam mengolah potensi lokal juga menjadi perhatian.
Salah satu inovasi yang diperlihatkan adalah kerupuk berbahan biji karet serta minuman jamu berbahan jahe dan temulawak.
Produk tersebut menjadi contoh bagaimana siswa tidak hanya diajak menjaga lingkungan, tetapi juga didorong untuk melihat potensi di sekitar mereka sebagai peluang untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi.
Ocha mengapresiasi semangat siswa yang dinilainya memiliki kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus jiwa kewirausahaan.
“Anak-anak di sini luar biasa. Kreatif, peduli lingkungan, dan punya semangat wirausaha. Teruslah sekolah sampai ke jenjang yang lebih tinggi agar cita-cita kalian bisa tercapai,” pesannya.
Sementara itu, salah seorang siswa, Jumai, mengaku bangga sekolahnya mendapat kunjungan dari perwakilan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk.
“Saya bangga dan terinspirasi. Kunjungan ini membuat saya semakin semangat untuk terus sekolah dan menjadi orang sukses,” ujarnya.
Kunjungan Saratoga dan YABN tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang melihat perkembangan program lingkungan di SMAN 2 Juai, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara dunia pendidikan dan dunia usaha.
Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong penguatan pendidikan lingkungan hidup, pembentukan karakter, serta pengembangan keterampilan kewirausahaan bagi siswa.
Kegiatan turut dihadiri perwakilan YABN, dewan guru, komite sekolah, dan seluruh siswa SMAN 2 Juai.



