BerandaHabar BanjarbaruKabut Asap Karhutla Ganggu...

Kabut Asap Karhutla Ganggu Banjarbaru, Jam Masuk Sekolah Diundur Jadi Pukul 09.00 WITA

Terbaru

BANJARBARU – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai mengganggu aktivitas masyarakat di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota Banjarbaru mengambil langkah antisipasi dengan mengubah jam masuk sekolah menjadi pukul 09.00 WITA.

Kebijakan tersebut dibahas dalam rapat yang digelar di Ruang Tamu Utama Wali Kota Banjarbaru, Kamis (20/8/2026). Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Sirajoni atas arahan Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby.

Sebelumnya, proses pembelajaran dimulai pukul 07.30 WITA. Dengan kebijakan baru, jam masuk siswa diundur menjadi pukul 09.00 WITA, sementara waktu pulang menyesuaikan jenjang pendidikan.

Kebijakan ini berlaku bagi siswa SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, termasuk satuan pendidikan kesetaraan.

Selain mengubah jam belajar, sekolah juga diminta meniadakan seluruh aktivitas di luar ruangan selama kondisi kabut asap masih terjadi. Para siswa diwajibkan menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan asap.

Sekda Kota Banjarbaru Sirajoni mengatakan dampak Karhutla perlu diantisipasi secara menyeluruh karena tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pendidikan.

“Yang perlu kita antisipasi dari Karhutla ini bukan hanya kegiatan sekolah, tetapi juga dampaknya terhadap ekonomi, transportasi dan pendidikan,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi gangguan keselamatan akibat terbatasnya jarak pandang, Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru akan menyiagakan petugas di sejumlah jalur menuju sekolah yang terdampak kabut asap.

Selain Karhutla, Pemko Banjarbaru turut mewaspadai kondisi kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

BPBD melalui unsur pemadam kebakaran disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan.

Sementara itu, dampak kabut asap terhadap kesehatan juga menjadi perhatian pemerintah. Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru mencatat sebanyak 21.323 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) secara kumulatif sejak Januari hingga Juli 2026.

Tren kasus ISPA juga menunjukkan peningkatan. Pada Minggu Epidemiologi ke-29 tercatat 879 kasus, kemudian meningkat menjadi 1.099 kasus pada minggu berikutnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena paparan asap Karhutla berpotensi memperburuk gangguan kesehatan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki masalah pernapasan.

Sirajoni mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama saat kualitas udara dan jarak pandang menurun.

“Kita akan menghadapi kondisi ini dalam dua sampai tiga bulan ke depan. Karena itu kita perlu mengantisipasi apa yang mungkin terjadi, termasuk dampak kekeringan dan Karhutla terhadap masyarakat,” tambahnya.

Pemko Banjarbaru berharap langkah antisipasi tersebut dapat melindungi masyarakat sekaligus menjaga aktivitas pendidikan dan pelayanan publik tetap berjalan di tengah meningkatnya ancaman Karhutla dan kabut asap.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka