BerandaHabar BanjarbaruTertunda Sebulan, Operasi Modifikasi...

Tertunda Sebulan, Operasi Modifikasi Cuasa Kembali Dijalankan di Kalsel, Sebar 1 Ton Garam Halus Target Hujan Turun 5-8 September

Terbaru

Tertunda Sebulan, Operasi Modifikasi Cuasa Kembali Dijalankan di Kalsel, Sebar 1 Ton Garam Halus Target Hujan Turun 5-8 September

BANJARBARU — Upaya mempercepat turunnya hujan guna menumpas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta membersihkan kabut asap di Kalimantan Selatan kembali dilakukan. Sabtu sore (5/9/2026), pesawat berjenis PK-SNK lepas landas dari Lanud Sjamsudin Noor, membawa sekitar satu ton garam halus yang akan disemaikan di wilayah utara Kalsel sebagai langkah awal Operasi Modifikasi Cuaca yang sempat terhenti sejak bulan lalu.

Pelaksanaan OMC ini menyusul wilayah Kalsel yang belakangan ini dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap tebal. Operasi ini diharapkan dapat menumbuhkan awan potensi hujan sehingga turun hujan yang memadamkan api sekaligus membersihkan udara dari asap.

Tenaga Ahli Pendukung Kepala BNPB, Brigjen TNI (Purn) Herman Hidayat, menjelaskan bahwa OMC akan berlangsung selama empat hari, mulai 5 hingga 8 September 2026. Sebelumnya, operasi serupa sempat digelar pada 15–21 Juli 2026, namun terpaksa dihentikan karena kondisi atmosfer belum mendukung — belum ditemukan awan potensi hujan yang cukup untuk disemaikan.

“Alhamdulillah pada hari ini, atas evaluasi, penilaian, dan koordinasi antar rekan-rekan, baik dari BMKG Pusat, UPT Klimatologi Wilayah, dan wilayah Provinsi sendiri, sudah mengevaluasi kondisi awan yang ada di wilayah Kalimantan Selatan. Dan tadi kita sama-sama melihat sudah berangkat atau memungkinkan untuk bisa dilaksanakan OMC,” ujar Herman di Banjarbaru, Sabtu.

Abdul Arsyad, Flight Scientist Coordinator PT Milan selaku operator OMC di Kalsel, menyampaikan bahwa pada penerbangan pertama ini, pesawat diterbangkan ke arah utara Kalsel dengan mengangkut 1 ton garam halus sebagai bahan semai.

Ia menegaskan keberhasilan OMC sangat bergantung pada data ketersediaan awan dari BMKG. Operasi ini berfungsi mengoptimalkan dan mempercepat terjadinya hujan dari awan-awan yang sudah ada.

“Untuk pertumbuhan awan itu berdasarkan prediksi BMKG, itu dominan di siang hari hingga sore hari, namun tidak menutup kemungkinan juga di pagi hari,” jelasnya.

Dengan kembali digelarnya OMC, diharapkan hujan dapat turun di wilayah-wilayah yang terdampak karhutla, sehingga membantu petugas di lapangan memadamkan api secara menyeluruh, menurunkan suhu permukaan tanah gambut, serta mengurangi polusi asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat Kalsel.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka