BerandaHabar BanjarbaruMEDAN GAMBUT TAK AMPUN!...

MEDAN GAMBUT TAK AMPUN! Satgas Lanud Sjamsudin Noor Pantang Pulang Sebelum Bara Benar-Benar Padam

Terbaru

MEDAN GAMBUT TAK AMPUN! Satgas Lanud Sjamsudin Noor Pantang Pulang Sebelum Bara Benar-Benar Padam

BANJARBARU — Hampir satu bulan berjibaku melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), semangat personel Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor tak sedikit pun surut. Di medan gambut yang sulit dan berbahaya, mereka terus menyisir kawasan rawan — terutama Guntung Damar di sekitar Bandara Syamsudin Noor — memastikan bara api, bahkan yang bersembunyi di bawah tanah, benar-benar terkendali. Kamis (3/9/2026).

Penanganan karhutla di lahan gambut bukan perkara sederhana. Kedalaman gambut mencapai 1 hingga 3 meter membuat api sering bersembunyi di bawah permukaan, tetap membakar perlahan dan bisa menyala kembali kapan saja — meskipun kobaran di atas tanah sudah padam. Karena itu, petugas tidak hanya memadamkan api yang terlihat, tetapi juga menyasar titik bara di bawah tanah melalui pembasahan menyeluruh dan penyekatan.

Kendaraan pemadam tak bisa menjangkau banyak titik. Personel harus berjalan kaki menembus kawasan gambut yang berat, memikul mesin pompa, gulungan selang, peralatan, hingga logistik secara manual ke lokasi kejadian. Langkah demi langkah, keringat dan rasa lelah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjuangan ini.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., menegaskan bahwa kondisi medan yang berat bukan alasan bagi personel untuk mengendurkan semangat dalam menjalankan tugas. Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan ketekunan, kesabaran, serta konsistensi hingga bara yang berada di bawah permukaan benar-benar dapat dikendalikan.

“Kita tidak hanya mengejar api yang terlihat, tetapi juga memastikan bara di bawah permukaan benar-benar terkendali. Medan gambut memang berat dan membutuhkan tenaga serta kesabaran ekstra, namun tugas ini harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Selama masih terdapat potensi api, personel akan terus bergerak dan melakukan pembasahan sampai kondisi benar-benar aman,” tegas Danlanud Sam.

Di tengah tekanan fisik dan mental yang menguras stamina, kekompakan antar-personel menjadi sumber kekuatan utama. Rasa kekeluargaan yang erat menjaga semangat tetap menyala. Di sela-sela tugas, canda dan tawa sederhana menjadi cara mereka mengusir rasa jenuh sekaligus mengembalikan energi. Perjuangan ini bukan hanya soal alat dan tenaga, tetapi juga soal kebersamaan dan tekad pantang menyerah.

“Pantang pulang sebelum api benar-benar padam dan bara di dalam tanah pun terkendali.”

Dengan semangat itu, Satgas Darat terus bergerak dari satu titik ke titik lainnya. Setiap pembasahan dan penyekatan dilakukan untuk mencegah api kembali membesar, sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan kawasan strategis Bandara Syamsudin Noor tetap aman dari ancaman karhutla.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka