MAKASSAR – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih enam penghargaan pada ajang Abdidaya Ormawa 2026 yang berlangsung di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, pada 21–25 Oktober 2026.
Prestasi ini menegaskan kiprah ULM dalam mendorong inovasi mahasiswa melalui program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Salah satu capaian paling menonjol adalah Juara 3 Perguruan Tinggi dengan Keberlanjutan Program Terbaik, yang menunjukkan komitmen universitas dalam memastikan program mahasiswa tetap memberikan manfaat meski masa pendanaan berakhir.
Enam penghargaan yang diraih ULM meliputi Juara 3 Perguruan Tinggi dengan Keberlanjutan Program Terbaik, Juara 2 Dosen Teraktif yang diraih Ns. Bernadetta Germia Aridamayanti, S.Kep., M.Kep., Juara 2 Poster Paling Inovatif oleh HIMA Psikologi FKIK ULM, Juara 3 Video Paling Kreatif oleh PIKMA Humanis Philia FKIK ULM, Juara 3 Stand Expo Terlengkap oleh HIMA Keperawatan FKIK ULM, serta Juara 4 Tim dengan Perencanaan Keberlanjutan Paling Terukur yang juga diraih HIMA Keperawatan FKIK ULM.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ULM, Dr. Muhamad Rusmin Nuryadin, S.E., M.Si., menyampaikan rasa bangga dan syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi mahasiswa, dosen pendamping, organisasi kemahasiswaan, masyarakat, mitra, serta dukungan universitas.
“Capaian ini bukan semata-mata tentang penghargaan, tetapi merupakan pengakuan atas proses pembinaan, kolaborasi, dan kerja nyata yang telah dilakukan oleh mahasiswa bersama dosen pendamping dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, penghargaan di bidang keberlanjutan menjadi motivasi bagi ULM untuk terus memperkuat peran universitas sebagai sistem pendukung agar program mahasiswa tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi mampu berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang.
Enam penghargaan tersebut diraih melalui tiga tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) ULM yang lolos ke Abdidaya Ormawa 2026 dari lima tim penerima pendanaan Belmawa. Ketiga tim tersebut adalah HIMA Keperawatan FKIK ULM, HIMA Psikologi FKIK ULM, dan PIKMA Humanis Philia FKIK ULM.
HIMA Keperawatan FKIK ULM mengembangkan Antasan Stroke Care System di Desa Antasan Senor Ilir, Kabupaten Banjar. Program ini berfokus pada pemberdayaan kader kesehatan untuk mendukung pencegahan dan rehabilitasi stroke berbasis masyarakat, melalui pengembangan sistem digital, pembentukan kader lokal, serta kolaborasi dengan pemangku kepentingan setempat.
Sementara itu, HIMA Psikologi FKIK ULM menghadirkan Cempaka Cerdas di Kelurahan Cempaka, Kota Banjarbaru. Program ini mengintegrasikan penguatan pola asuh, kesehatan keluarga, literasi remaja, dan pengembangan UMKM melalui pendekatan partisipatif serta dukungan ekosistem digital.
Adapun PIKMA Humanis Philia FKIK ULM mengembangkan Sekolah Langkar Desa Sehat Lahan Rawa di Desa Handil Bujur, Kabupaten Banjar. Program tersebut menggabungkan pemberdayaan perempuan dan remaja, edukasi kesehatan, pencegahan penyakit tidak menular, penanganan risiko stunting, penguatan sanitasi, serta ketahanan pangan keluarga.
PIC PPK Ormawa ULM, Muhammad Irwan Setiawan, S.Gz., M.Gz., mengatakan, enam penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif dan proses pembelajaran berkelanjutan. Ia menilai keberhasilan program tidak hanya diukur dari pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk melanjutkannya secara mandiri.
“Penghargaan keberlanjutan bagi ULM menjadi pengingat bahwa ukuran keberhasilan program bukan hanya seberapa baik kegiatan dilaksanakan, tetapi sejauh mana masyarakat memiliki kapasitas, kelembagaan, dan kesempatan untuk melanjutkannya secara mandiri,” katanya.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pembinaan dan evaluasi berjenjang, mulai dari dokumentasi kegiatan melalui logbook, monitoring dan evaluasi internal ULM, hingga evaluasi eksternal oleh Belmawa. Penilaian mencakup kontribusi tim pelaksana, penguatan organisasi kemahasiswaan, peran dosen pendamping, keterlibatan mitra, serta dukungan universitas.
Raihan enam penghargaan ini menjadi momentum bagi ULM untuk terus memperkuat ekosistem kemahasiswaan yang inovatif, kolaboratif, dan berdampak. Lebih dari sekadar prestasi kompetisi, capaian tersebut mencerminkan upaya ULM menempatkan mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan inovasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
