BerandaHabar BanjarAntisipasi Kekeringan dan Ancaman...

Antisipasi Kekeringan dan Ancaman Puso, Dinas Pertanian Banjar Siapkan Asuransi untuk 1.500 Hektare Lahan

Terbaru

Antisipasi Kekeringan dan Ancaman Puso, Dinas Pertanian Banjar Siapkan Asuransi untuk 1.500 Hektare Lahan

​MARTAPURA — Kondisi sektor pertanian di Kabupaten Banjar pada musim kemarau tahun ini menunjukkan situasi yang bervariasi. Meski sebagian petani telah memasuki masa panen, tidak sedikit lahan pertanian yang kini mulai dihadapkan pada ancaman kekeringan akibat fenomena perubahan iklim.

​Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, H. Warsita, menyampaikan bahwa pihaknya telah turun tangan untuk melakukan inventarisasi di lapangan dan memberikan imbauan langsung kepada para petani yang terdampak.

​Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Kamis (23/7/2026) pagi. Menurut Warsita, dampak kekeringan terparah justru dialami oleh lahan pertanian yang letaknya berdekatan dengan aliran sungai.

​”Untuk kecamatan yang paling terdampak perubahan iklim ini kebanyakan malah berada di daerah bantaran sungai, seperti Kecamatan Martapura Timur dan Sungai Tabuk. Karena dampak perubahan iklim yang tidak terjadi sebelumnya ini, tiba-tiba air surut drastis,” ungkap Warsita.

​Surutnya debit air sungai secara drastis ini tak pelak memicu kekhawatiran akan terjadinya gagal panen. Sebagai langkah mitigasi, Dinas Pertanian telah menyiagakan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) untuk melakukan verifikasi lahan.

​”Terancam gagal panen, iya. Nanti kalau ada potensi gagal panen, kami akan menugaskan POPT untuk menginventarisasi,” jelasnya.

​Bagi petani yang lahan padinya benar-benar tidak bisa diselamatkan, pemerintah daerah telah menyiapkan perlindungan berupa asuransi pertanian.

​”Kalau memang nanti dipastikan gagal panen atau puso, sudah kami siapkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sekitar 1.500 hektare,” tegas Warsita.

​Meski jaring pengaman berupa asuransi telah disiapkan, Warsita berharap ancaman puso tersebut tidak sampai terjadi dan menjadi kenyataan. Ia menekankan bahwa hal tersebut adalah harapan seluruh pihak.

​Sebagai solusi jangka pendek guna menyelamatkan tanaman padi yang masih bisa bertahan, Dinas Pertanian memfasilitasi bantuan pengairan melalui sistem pinjam pakai alat.

​”Untuk menghadapi kekeringan, kami mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan air. Kemudian, kalau memang di wilayah tersebut masih ada sumber air, dari kami siap untuk meminjamkan pompa,” pungkasnya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka