Banjarbaru – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan mulai melakukan langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi tahun ini.
Kepala DPKP Kalsel, Syamsir, mengatakan pihaknya telah menerima peringatan mengenai potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan memicu musim kering yang lebih panjang dibanding biasanya.
“Ini bukan lagi sekadar pancaroba, tetapi El Nino yang ekstrem. Artinya musim kemarau nanti bisa berlangsung panjang dan lebih tajam,” ujarnya, (20/05/2026).
Menurutnya, pemerintah provinsi telah menginstruksikan seluruh jajaran pertanian mulai dari dinas terkait, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), penyuluh lapangan hingga para petani untuk melakukan mitigasi sejak dini.
Berbagai sarana penunjang sudah mulai dipersiapkan guna menjaga ketersediaan air untuk sektor pertanian saat musim kemarau berlangsung.
“Kami sudah menyampaikan imbauan kepada seluruh pihak terkait agar melakukan antisipasi. Pompa, embung dan sumur bor sudah dipersiapkan untuk membantu petani,” ujarnya.
Ia menjelaskan sebagian besar petani di Kalimantan Selatan juga telah melakukan percepatan masa tanam sebagai strategi menghadapi musim kering yang diperkirakan terjadi pada pertengahan tahun.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar sebagian besar tanaman sudah memasuki masa panen sebelum puncak kemarau terjadi.
“Petani kita sudah lebih dulu menanam. Jadi ketika nanti masuk Juni, Juli hingga Agustus yang diperkirakan panjang musim keringnya, sebagian besar tanaman sudah panen,” jelasnya.
Selain sektor pertanian, pemerintah daerah juga mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Syamsir mengatakan Gubernur Kalimantan Selatan telah mengingatkan agar pembukaan lahan tidak lagi dilakukan dengan cara membakar.
“Pembukaan lahan harus menggunakan alat dan mesin pertanian, tidak boleh dengan cara dibakar. Peralatan antisipasi kebakaran juga sudah kami siapkan,” tegasnya.
Meski menghadapi ancaman El Nino Godzilla, DPKP memastikan kondisi ketahanan pangan Kalimantan Selatan saat ini masih aman dan surplus.
Syamsir menyebut produksi pangan daerah sudah mencapai sekitar 1,176 juta ton, sementara kebutuhan masyarakat Kalimantan Selatan hanya berada di kisaran 600 ribu ton.
Ia menambahkan surplus pangan Kalimantan Selatan saat ini menjadi yang tertinggi di Pulau Kalimantan dan sebagian hasil produksi nantinya turut menopang kebutuhan daerah lain.
“Stok pangan kita masih sangat aman dan surplus,” tutupnya.


