BerandaHabar Provinsi KalselInovasi Tim Peneliti Poliban...

Inovasi Tim Peneliti Poliban Bantu Petani Atasi Kehilangan Brondolan Sawit

Terbaru

Kehilangan brondolan kelapa sawit masih menjadi persoalan yang dihadapi petani, termasuk kelompok tani di Desa Buntok Baru, Kalimantan Tengah. Menjawab permasalahan tersebut, Tim Peneliti Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) mengembangkan alat pengutip dan penyaring brondolan sawit sebagai inovasi untuk membantu petani mempercepat proses panen sekaligus mengurangi buah yang terbuang, Senin (17/08/2026).

Mewakili tim peneliti, Antan Noraidi Maulana menerangkan, brondolan sawit merupakan buah sawit yang terlepas dari tandan saat proses panen maupun selama proses transportasi hasil perkebunan.

“Brondolan ini memiliki kandungan minyak yang tinggi. Kehilangan brondolan bukan masalah kecil, terutama bagi perkebunan dalam skala luas. Bagi petani kecil, kehilangan brondolan juga memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan mereka,” ungkapnya.

Selain aspek ekonomi, lanjut Antan, brondolan sawit yang tidak dikelola dengan baik juga dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan, mulai dari menarik hama seperti tikus dan kumbang tanduk hingga berpotensi mengganggu tanaman sawit yang masih produktif.

“Pembusukan brondolan sawit juga dapat menyebabkan peningkatan emisi gas rumah kaca,” ucapnya.

Menurutnya, saat ini para petani di Desa Buntok Baru masih menggunakan metode pengutipan secara manual. Pekerja harus memungut brondolan satu per satu menggunakan tangan atau alat berupa sekop sederhana.

“Metode yang digunakan masih manual, sehingga kami membuat alat pengutip brondolan sawit sekaligus penyaring kotoran. Alat ini dirancang khusus untuk membantu petani mengutip brondolan secara lebih cepat dan efisien,” tuturnya.

Dengan adanya alat tersebut, Antan berharap permasalahan pengutipan brondolan sawit dapat teratasi dan proses pengutipan dapat dilakukan secara lebih sistematis. Dengan demikian, jumlah brondolan yang terbuang dapat dikurangi dan hasil produksi minyak sawit dapat meningkat.

“Alat yang kami buat juga dirancang dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan, seperti standar RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil), serta mengedepankan aspek ramah lingkungan. Hal ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam menjaga kelestarian lingkungan,” pungkasnya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka