BerandaHabar BanjarKarhutla Capai 2.000 Hektare,...

Karhutla Capai 2.000 Hektare, Pemkab Banjar Perkuat Sinergi Lintas Sektor dan Pastikan Pasokan Air Aman

Terbaru

Karhutla Capai 2.000 Hektare, Pemkab Banjar Perkuat Sinergi Lintas Sektor dan Pastikan Pasokan Air Aman

​KARANG INTAN — Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam rangka memperkuat sinergitas dan kolaborasi lintas sektor untuk penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Bukit Bintang Parkun dan Resort, Kecamatan Karang Intan, Rabu (9/9/2026).

​Rapat tersebut berfokus pada evaluasi langkah penanganan karhutla sejak penetapan status siaga, pemantauan prakiraan cuaca, hingga mitigasi dampak kemarau panjang di wilayah Kabupaten Banjar.

​Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, menyampaikan bahwa berdasarkan pembaruan data dari BMKG, kondisi kekeringan saat ini merupakan dampak El Niño yang diprediksi mencapai puncaknya pada September hingga Oktober. Musim hujan diperkirakan mulai masuk pada November mendatang.

​“Informasi tadi meluruskan bahwa kekeringan ini tidak sampai tahun depan. Selain itu, ketersediaan air baku dari Waduk Riam Kanan dipastikan cukup sampai bulan Desember, sehingga masyarakat bisa lebih tenang karena pasokan air minum PTAM/PDAM tetap aman,” ujar Yudi.

​Guna menekan angka kejadian karhutla, Yudi menginstruksikan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Banjar untuk mengompilasi seluruh informasi dari para pemangku kepentingan agar dapat disebarluaskan secara masif. Penanganan di lapangan sejauh ini berjalan terkendali berkat koordinasi intensif antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan relawan.

​Selain itu, Pemkab Banjar mendorong para camat untuk memperketat pembinaan hingga tingkat desa dan kelurahan, menyusul adanya pergeseran pemicu karhutla akibat aktivitas pembakaran lahan pertanian pascapanen.

​“Kami berharap masyarakat paham akan dampak buruk pembakaran lahan setelah panen, sehingga tidak ada lagi yang membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar,” tegas Yudi.

​Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, memaparkan bahwa sejak dibentuknya posko siaga pada pertengahan Juli hingga awal September 2026, tercatat sebanyak 286 kejadian karhutla dengan total luas area terdampak mencapai kurang lebih 2.000 hektare.

​“Sesuai komitmen, setiap kejadian kami tangani secara maksimal. Dari total kejadian tersebut, sekitar 70 persen sudah berhasil diatasi,” jelas Wasis.

​Wasis menambahkan, sebaran titik api terbesar berada di wilayah Kecamatan Cintapuri dan Gambut, khususnya di sepanjang jalur Jalan Gubernur Subardjo, Jalan Gubernur Syarkawi, serta kawasan Desa Abumbun Jaya dan Desa Pematang Panjang.

​Meskipun luas area terdampak cukup signifikan, Wasis memastikan tidak ada rumah warga yang terbakar akibat karhutla.

​“Kerusakan sejauh ini hanya menimpa gubuk-gubuk pertanian. Konsentrasi utama petugas dalam setiap pemadaman adalah mengamankan area permukiman warga terlebih dahulu. Setelah area pemukiman dipastikan aman, pemadaman baru difokuskan ke lahan terbuka,” pungkasnya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka