Kuala Lumpur – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Dalam ajang International Innovation Competition (IIC) 2026 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, delegasi ULM berhasil menyabet sejumlah penghargaan bergengsi sekaligus meraih gelar tertinggi Grand Champion.
Kompetisi yang berlangsung pada 30–31 Mei 2026 itu diselenggarakan oleh Self Access Learning (SAL), Student Access Learning, dan Centre of Entrepreneurial Development and Graduate Marketability (CEM) Universiti Putra Malaysia (UPM). Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai negara yang mempresentasikan hasil riset dan inovasi di beragam bidang.
Delegasi ULM yang diperkuat oleh Renanda Lingga Pratiwi dan Naisya Nursabilla Azahara tampil pada dua kategori berbeda, yakni Health dan Food.
Pada kategori Health, keduanya sukses meraih 1st Winner, Favorite Poster, Favorite Paper, dan Best Presentation melalui inovasi berjudul “Green Synthesis of Peronema canescens Nanoparticle-Based Mucoadhesive Buccal Films for the Treatment of Respiratory Infections.”
Inovasi tersebut mengembangkan teknologi mucoadhesive buccal film berbasis nanopartikel dari ekstrak daun sungkai (Peronema canescens) yang berpotensi menjadi alternatif terapi untuk infeksi saluran pernapasan.
Sementara pada kategori Food, tim ULM memperoleh 3rd Winner, Favorite Poster, dan The Most Favorite Poster lewat karya “Innovation of Prebiotic Nano Gummy Functional Food Derived from Cempedak Peel Waste as a Sustainable Solution for Digestive Health Problems.”
Produk tersebut merupakan inovasi pangan fungsional berbentuk nano gummy prebiotik yang memanfaatkan limbah kulit cempedak sebagai bahan utama. Selain berpotensi menjaga kesehatan pencernaan, inovasi ini juga mendukung konsep pengelolaan limbah pangan yang berkelanjutan.
Rangkaian penghargaan yang diraih pada kedua kategori tersebut mengantarkan ULM meraih predikat Grand Champion, penghargaan tertinggi dalam kompetisi tersebut.
Renanda Lingga Pratiwi mengatakan keikutsertaan mereka dalam ajang internasional tersebut merupakan bentuk implementasi ilmu yang diperoleh selama perkuliahan menjadi karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Tujuan kami bukan hanya mengembangkan inovasi yang bermanfaat, tetapi juga membawa nama baik Universitas Lambung Mangkurat di tingkat internasional,” ujarnya.
Menurut Renanda, salah satu tantangan terbesar selama mengikuti kompetisi adalah membagi waktu antara aktivitas perkuliahan dengan persiapan lomba, termasuk penyusunan materi presentasi dan komunikasi ilmiah dalam bahasa Inggris.
Meski demikian, berbagai tantangan tersebut dapat diatasi berkat dukungan penuh dari pimpinan universitas, fakultas, hingga program studi.
Koordinator Program Studi Farmasi FMIPA ULM, apt. Muhammad Ikhwan Rizki, M.Farm, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih kedua mahasiswa tersebut.
Ia menilai kompetisi internasional seperti IIC menjadi wadah penting untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam berinovasi dan bersaing di tingkat global.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa kualitas akademik mahasiswa Farmasi FMIPA ULM mampu bersaing dengan perguruan tinggi dari berbagai negara. Karya dan inovasi yang dikembangkan memiliki daya saing yang kuat di tingkat internasional,” katanya.
Menurut Ikhwan, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Farmasi ULM tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.
“Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa Program Studi Farmasi FMIPA ULM mampu bersaing di tingkat internasional,” tegasnya.


