Pasien Kejang & Mulut Berbusa Dibawa ke UGD Puskesmas Sungai Ulin, Malah Ditemukan Kosong
BANJARBARU — Pelayanan kegawatdaruratan di Puskesmas Sungai Ulin, Kota Banjarbaru, kini dipertanyakan setelah seorang pekerja dalam kondisi kritis — kejang-kejang dan mulut berbusa — diduga tidak segera mendapat pertolongan saat dibawa ke fasilitas kesehatan tersebut. Peristiwa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA, Kamis (27/8/2026).
Kondisi pasien yang memburuk secara tiba-tiba membuat rekan-rekannya segera membawanya ke UGD Puskesmas Sungai Ulin dengan harapan mendapatkan penanganan medis secepat mungkin. Namun, keterangan pihak yang membawa korban menyebutkan, saat tiba di lokasi, tidak ditemukan satu pun petugas di area UGD.
Ironisnya, di tengah kondisi pasien yang membutuhkan pertolongan segera, justru terdengar suara musik dari area tersebut. Karena tidak kunjung mendapat penanganan, korban akhirnya terpaksa dibawa kembali dan dirujuk ke rumah sakit lain yang jaraknya lebih jauh.
Kasus ini memunculkan pertanyaan serius terkait kesiapan pelayanan dasar yang seharusnya dijamin:
- Ke mana petugas yang seharusnya berjaga di UGD pada jam kerja?
- Bagaimana sistem piket dan pengawasan pelayanan kegawatdaruratan berjalan?
- Apakah pasien dalam kondisi kritis harus menanggung risiko karena tidak ada petugas yang bertugas?
UGD seharusnya menjadi titik pertama pertolongan ketika masyarakat menghadapi kondisi yang mengancam keselamatan nyawa. Bukan justru menjadi tempat yang membuang waktu berharga pasien hingga harus mencari rumah sakit lain.
Pihak Puskesmas Sungai Ulin dan Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru diminta segera memberikan klarifikasi resmi terkait kejadian tersebut, termasuk memastikan apakah pada saat itu memang tidak ada tenaga kesehatan yang bertugas di UGD. Masyarakat berhak mengetahui kebenaran dan perbaikan yang akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Jangan sampai masyarakat datang mencari pertolongan, tetapi justru harus pergi lagi karena pertolongan tidak tersedia.”
Hingga berita ini ditayangkan, tim Habarkalimantan.com masih berupaya untuk meminta konfirmasi resmi dari pihak terkait.

