Yogyakarta – Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM) terus mematangkan persiapan pendirian Fakultas Kedokteran (FK). Sebagai bagian dari upaya tersebut, Badan Pembina Harian (BPH) bersama jajaran pimpinan UMBJM melakukan kunjungan studi ke RS Muhammadiyah Gombong, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), dan Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo).
Kunjungan ke RS Muhammadiyah Gombong pada Kamis (25/6) dipimpin Ketua BPH UMBJM Hesly Junianto, didampingi Rektor UMBJM Prof. Hudzaifah Dimyati serta Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Selatan Prof. Ridhahani Fidzi.
Rombongan diterima Direktur RS Muhammadiyah Gombong dr. Anita, jajaran BPH rumah sakit, serta Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gombong H. Yahya Fuad.
Sebelumnya, RS Muhammadiyah Gombong telah memberikan izin bagi sembilan dokter spesialis untuk bergabung sebagai dosen di Fakultas Kedokteran UMBJM.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau tiga layanan unggulan rumah sakit, yakni pusat penanganan kanker terpadu, layanan jantung, dan instalasi gawat darurat (IGD) terpadu.
Direktur RS Muhammadiyah Gombong dr. Anita menjelaskan, rumah sakit yang berada di Kabupaten Kebumen itu kini memiliki reputasi nasional. Bahkan, pasien jantung datang dari berbagai daerah, termasuk Papua.
“Ada pasien jantung dari Papua yang kami layani dengan baik. Untuk pasien luar daerah juga disediakan layanan khusus, termasuk penjemputan dari Bandara Yogyakarta International Airport (YIA),” ujarnya.
Ketua PWM Kalimantan Selatan Prof. Ridhahani Fidzi menilai pengalaman RS Muhammadiyah Gombong menjadi referensi penting bagi pengembangan Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarmasin yang juga berada di bawah Muhammadiyah.
“Sinergi tentu bisa dibangun dengan RS Gombong karena kami juga sedang mengembangkan RSI Banjarmasin, termasuk pembangunan ruang rawat inap baru,” katanya.
Belajar Tata Kelola Perguruan Tinggi
Selain mengunjungi rumah sakit, rombongan BPH UMBJM juga melakukan dialog dengan pimpinan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).
UMP yang memiliki sekitar 16.600 mahasiswa dinilai berhasil berkembang pesat, terutama sejak membuka Fakultas Kedokteran 13 tahun lalu. Fakultas tersebut kini telah meraih akreditasi Unggul pada 2025.
“Sejak UMP memiliki Fakultas Kedokteran, jumlah mahasiswa terus tumbuh,” ujar Prof. Jebul Suroso.
Dalam diskusi tersebut, Ketua BPH UMBJM Hesly Junianto menggali strategi pengelolaan keuangan, pembangunan infrastruktur, serta tata kelola perguruan tinggi.
Mewakili BPH UMP, Prof. Syahril menekankan pentingnya soliditas antara BPH, rektorat, dan Persyarikatan Muhammadiyah.
“Tentu diperlukan saling keterbukaan. Dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan selalu dilakukan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, dalam kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo), rombongan juga mempelajari tata kelola amal usaha Muhammadiyah yang dikelola PCM Gombong.
Ketua PCM Gombong H. Yahya Fuad mengatakan seluruh unsur organisasi, mulai dari persyarikatan, BPH hingga rektorat, berjalan selaras dalam setiap proses pengambilan keputusan.
“Semua komponen saling mendukung. Dari perencanaan hingga pelaksanaan berjalan solid tanpa konflik. Semua bermuara pada kemajuan dan kebaikan bersama,” katanya.
PCM Gombong sendiri merupakan pimpinan cabang Muhammadiyah terbaik tingkat nasional. Selain mengelola perguruan tinggi, PCM Gombong juga mengembangkan holding rumah sakit yang kini membawahi lima rumah sakit.
Rektor UMBJM Prof. Hudzaifah Dimyati menyampaikan apresiasi atas dukungan RS Muhammadiyah Gombong terhadap proses pendirian Fakultas Kedokteran UMBJM.
“Pendirian Fakultas Kedokteran terus berproses. Insyaallah, groundbreaking gedung Fakultas Kedokteran di Kampus 3 UMBJM akan dilaksanakan pada akhir Juli dan direncanakan dilakukan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah,” pungkasnya.
