Sukses Terapkan 6 SPM, Kabupaten Banjar Jadi Kiblat Kaji Tiru TP Posyandu Pulang Pisau
MARTAPURA – Langkah progresif Kabupaten Banjar dalam mengimplementasikan Posyandu Enam Standar Pelayanan Minimal (6 SPM) menarik perhatian daerah tetangga. TP Posyandu Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, memboyong timnya untuk melakukan studi kaji tiru ke Kabupaten Banjar pada Senin (20/7/2026) pagi.
Pertemuan strategis ini berlangsung di Aula Gedung Dekranasda Martapura dan disambut langsung oleh Ketua TP Posyandu Kabupaten Banjar, Hj Nurgita Tiyas.
Dalam sambutannya, Hj Nurgita Tiyas mengaku sangat mengapresiasi keputusan TP Posyandu Pulang Pisau yang memilih Kabupaten Banjar sebagai lokus studi. Pertemuan ini dinilai menjadi ruang diskusi yang subur untuk mengulas strategi penerapan Posyandu 6 SPM.
Salah satu model percontohan yang diperkenalkan adalah Posyandu Jati I di Desa Pasar Jati, Kecamatan Astambul. Proyek percontohan ini sebelumnya diluncurkan langsung bersama Ketua TP Posyandu Provinsi Kalimantan Selatan.
“Keberhasilan Posyandu 6 SPM ini tidak lepas dari kerja keras dan komitmen para kader Posyandu bersama TP Posyandu Desa Pasar Jati, dengan pembinaan dari TP Posyandu Kecamatan Astambul dan TP Posyandu Kabupaten Banjar,” ujar Nurgita.
Ia juga menegaskan bahwa kaji tiru ini merupakan langkah konkret untuk mendalami dan menindaklanjuti amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu.
Sementara itu, Ketua TP Posyandu Kabupaten Pulang Pisau, Hasanah Rifa’i, mengungkapkan bahwa kunjungan kerja ini mengemban misi penting untuk memperluas wawasan pengurus posyandu di daerahnya, di samping memperkuat tali silaturahmi antardaerah.
Hasanah sempat membagikan cerita di balik realisasi kunjungan ini yang sempat tertunda karena dinamika internal.
“Kegiatan kaji tiru ini sebenarnya telah kami rencanakan sejak tahun lalu, namun baru dapat terlaksana tahun ini karena adanya efisiensi anggaran. Meski demikian, hal itu tidak mengurangi semangat kami untuk terus belajar,” ungkap Hasanah.
Kabupaten Banjar dinilai sebagai mentor yang tepat karena rekam jejaknya yang mentereng, termasuk keberhasilannya menembus kompetisi dan mengukir prestasi di tingkat nasional sebagai perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan.
“Kami ingin mempelajari praktik baik yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Banjar dan Pemerintah Desa Pasar Jati dalam mempercepat transformasi Posyandu melalui pemenuhan enam Standar Pelayanan Minimal, termasuk berbagai inovasi dan kolaborasi yang diterapkan,” tambahnya.
Acara kaji tiru yang berlangsung hangat tersebut diisi dengan sesi dialog interaktif, prosesi saling tukar cendera mata sebagai simbol sinergi antardaerah, serta ditutup dengan agenda ramah tamah dan makan siang bersama.
