BANJARBARU – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih membayangi Kota Banjarbaru membuat upaya penanganan di lapangan terus dilakukan. Di tengah kondisi tersebut, Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, turun langsung menemui para relawan yang berjibaku melakukan pembasahan lahan.
Minggu (30/8/2026) siang, Lisa mendatangi posko relawan di kawasan Jalan Karya Manuntung, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang.
Kehadiran orang nomor satu di Kota Banjarbaru itu menjadi bentuk dukungan moral bagi para relawan yang selama ini berada di garis depan mengantisipasi meluasnya karhutla, khususnya di kawasan yang masuk ring 1.
Tak hanya memberikan semangat, Wali Kota Lisa juga memberikan dukungan dana dari kantong pribadinya untuk membantu operasional para relawan selama menjalankan tugas di lapangan.
Di hadapan para petugas, Lisa mengingatkan agar keselamatan tidak boleh diabaikan. Para relawan diminta tetap menggunakan alat pelindung diri (APD), terutama masker dan perlengkapan keselamatan lainnya saat melakukan pemadaman maupun pembasahan lahan.
“Pesan Ibu, untuk seluruh petugas relawan di lapangan, tetap menggunakan APD saat melaksanakan pemadaman karhutla. Gunakan masker dan alat perlengkapan lainnya,” ujar Lisa.
Menurutnya, perjuangan para relawan dalam menangani karhutla memiliki risiko tinggi. Karena itu, menjaga kondisi tubuh dan keselamatan harus menjadi prioritas selama berada di lokasi.
Lisa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang secara sukarela turun ke lapangan dan bekerja bersama berbagai unsur dalam menangani karhutla.
“Ulun atas nama pribadi juga mengucapkan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya buat seluruh relawan yang telah berkolaborasi, bersinergi, gotong royong untuk memadamkan karhutla di Kota Banjarbaru,” ucapnya.
Bagi relawan, kedatangan langsung kepala daerah ke posko menjadi suntikan semangat tersendiri. Dukungan tersebut juga dinilai menunjukkan adanya perhatian pemerintah terhadap perjuangan relawan swadaya yang selama ini ikut membantu penanganan karhutla.
Ketua Komunitas Relawan Liang Anggang, Andre, mengapresiasi kunjungan Wali Kota Banjarbaru tersebut.
“Khususnya komunitas relawan Liang Anggang sangat terbantu dengan kedatangan Ibu Wali Kota memberi support kami di lapangan. Bahwa ada andil dari pemerintah kepada kami relawan swasta khususnya,” katanya.
Kunjungan Wali Kota Lisa turut didampingi para pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI Rakat Kota Banjarbaru.
Sebelumnya, kelompok pengusaha muda tersebut juga telah memberikan bantuan berupa obat-obatan dan logistik untuk memenuhi kebutuhan para relawan yang bertugas di lapangan.
Keterlibatan berbagai pihak memperlihatkan bahwa penanganan karhutla di Banjarbaru membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, relawan, masyarakat hingga dunia usaha memiliki peran masing-masing dalam mencegah api meluas.
Di tengah kondisi lahan yang terus dibasahi dan ancaman asap yang masih menghantui, dukungan terhadap relawan menjadi bagian penting dalam menjaga semangat mereka di lapangan.
Pesannya jelas, penanganan karhutla bukan pekerjaan satu pihak. Kolaborasi dan gotong royong menjadi kekuatan bersama untuk menjaga Kota Banjarbaru tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

