Kasus ISPA Capai 4.332 di Kabupaten Banjar, Dinkes Siagakan Puskesmas dan Imbau Warga Waspadai Asap Karhutla
MARTAPURA – Maraknya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai mengganggu aktivitas warga disikapi serius oleh Pemerintah Kabupaten Banjar. Melalui Dinas Kesehatan, langkah perlindungan terhadap kesehatan masyarakat terus diperketat di tengah melonjaknya ancaman penyakit saluran pernapasan.
Langkah antisipasi telah disiapkan sejak awal oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar guna menekan risiko gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang marak dipicu paparan asap.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, H. Dr. Noripansyah, menjelaskan bahwa pihak dinas sudah menyiapkan perbekalan medis yang dibutuhkan warga, seperti obat-obatan dan masker. Saat dikonfirmasi via telepon WhatsApp pada Jumat (28/8/2026), ia menyebutkan pembagian masker ke warga telah direalisasikan untuk mengurangi dampak hirupan asap.
“Masker sudah dibagikan, obat-obatan juga sudah disiapkan,” ujarnya.
Noripansyah menegaskan bahwa peran Puskesmas sangat krusial sebagai benteng pertahanan utama pelayanan medis saat kualitas udara memburuk.
“Semua puskesmas sudah berkomitmen memberikan pelayanan maksimal terhadap pasien yang terdampak,” katanya.
Berdasarkan Laporan Analisa Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, akumulasi kasus ISPA dari Minggu ke-29 hingga Minggu ke-33 telah menembus 4.332 kasus/kunjungan.
Secara rinci, kenaikan kasus mulai teridentifikasi sejak Minggu ke-29 (980 kasus) dan meningkat di Minggu ke-30 (1.118 kasus). Meski sempat berada di angka 1.099 kasus pada Minggu ke-32, tren kunjungan kembali naik menjadi 1.135 kasus pada Minggu ke-33.
Kondisi ini dipicu oleh asap karhutla yang mengandung partikel berbahaya seperti PM2.5, PM10, CO, hingga O_3 yang mudah terhirup ke saluran pernapasan. Warga diminta mewaspadai sejumlah gejala utama ISPA, meliputi batuk, pilek, sesak napas, sakit tenggorokan, dan demam. Masayarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila gejala memberat, demam tinggi, atau napas terasa cepat dan sesak.
Untuk melindungi diri dan keluarga dari paparan asap karhutla, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mengimbau masyarakat menerapkan kebiasaan untuk memantau kualitas udara secara berkala, gunakan masker, kurangi aktivitas di luar ruangan, tutup celah untuk asap masuk, gunakan air purifier atau jaga kebersihan rumah, dan perbanyak konsumsi nutrisi dan cairan.
Dinkes Banjar juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk turut mencegah terjadinya karhutla dengan tidak membakar lahan atau hutan, serta segera melaporkan ke pihak berwenang jika melihat titik api. Dengan kesiapan logistik medis, siaganya seluruh puskesmas, dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan, dampak buruk kabut asap diharapkan dapat diminimalkan.

