Banjarbaru – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru menerima audiensi dari Gerakan Masyarakat Peduli Demokrasi (GMPD) yang berlangsung di ruang pertemuan DPRD Banjarbaru, Selasa (2/9/2025).
Audiensi ini diikuti oleh sejumlah perwakilan masyarakat adat, penggiat seni budaya, serta aktivis kesehatan.
Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putra, S.E, menyampaikan apresiasi atas inisiatif GMPD yang telah menyuarakan aspirasi masyarakat secara langsung. Menurutnya, berbagai masukan yang disampaikan akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme.
“Beberapa aspirasi yang disampaikan sudah diteruskan melalui DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, dan kami akan kembali mengingatkan agar segera diperjuangkan. Untuk pembahasan yang lebih detail, kami juga sudah menawarkan agar bisa dibahas sesuai komisi, baik Komisi I, II, maupun III,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa DPRD Banjarbaru selalu membuka diri terhadap kritik dan masukan dari masyarakat.
“Kami berterima kasih sudah diingatkan kembali, agar program-program pemerintah yang dibahas bersama DPRD tetap berfokus pada kepentingan masyarakat. Kami berdiri bersama rakyat, apa adanya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua GMPD, Rachmadi Engot, menekankan bahwa audiensi ini dilakukan untuk mencegah potensi gejolak di masyarakat.
“Kami khawatir, kalau aspirasi masyarakat tidak tersampaikan dengan baik, bisa terjadi aksi-aksi besar di Banjarbaru. Maka dari itu, kami lebih memilih menyampaikannya lewat pertemuan resmi dengan DPRD,” ungkapnya.
Rachmadi juga menilai pertemuan tersebut layaknya forum musrenbang, di mana masyarakat menyampaikan kebutuhan nyata di lapangan.
“Kita tukar pendapat dengan DPRD, menyampaikan apa yang menjadi permintaan masyarakat. Fokusnya bukan janji politik, tapi pekerjaan nyata di lapangan yang berdampak langsung pada masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, GMPD menyampaikan 19 poin aspirasi, di antaranya terkait rencana pembangunan flyover di Banjarbaru. Menurut Rachmadi, pembangunan semestinya lebih diprioritaskan pada hal-hal yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama aspek kemanusiaan.
“Flyover memang penting, tapi jangan sampai pembangunan besar justru mengorbankan kebutuhan masyarakat sehari-hari. Prioritas harus jelas, utamakan dulu hal-hal yang langsung menyentuh warga,” tutupnya.

