Banjar – Desa Pemakuan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, memiliki tradisi turun-temurun dalam mengolah sagu dari batang rumbia. Proses pengolahan ini hingga kini masih dilakukan secara tradisional, membutuhkan banyak tenaga kerja, dan memakan waktu lama.
Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) yang terdiri atas Yusuf Rizal Fauzi, Akbar Ela Heka, dan Ir. Raihan, melakukan penelitian rancang bangun inovasi alat mesin pemarut batang rumbia dilengkapi sistem pengaman untuk Bumdes Mitra Desa Pemakuan.
“Penggunaan mesin pemarut yang ada di Desa Pemakuan saat ini masih terbatas dan kurang efisien. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun mesin pemarut batang rumbia yang lebih efektif, efisien, serta aman digunakan. Selain itu, juga dikembangkan sistem pengaman untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja,” ujar Yusuf Rizal Fauzi, salah satu tim peneliti, Senin (29/09/2025).
Ia menambahkan, penelitian ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus mendukung pengembangan ekonomi masyarakat Desa Pemakuan.
“Alat pemarut batang rumbia yang dilengkapi sistem pengaman ini juga akan didaftarkan sebagai paten sederhana dan desain industri ke DJKI melalui payung Poliban,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yusuf menerangkan setiap komponen mesin pemarut memiliki fungsi berbeda yang saling terintegrasi. Proses pembuatan perangkat ini dimulai dari tahap perencanaan desain, penentuan spesifikasi teknis, hingga sistem pengaman yang digunakan.
“Setelah konsep dirumuskan, dilakukan persiapan bahan dan alat melalui pengadaan material utama seperti plat besi, pulley, bearing, motor penggerak, serta komponen penunjang lainnya. Selanjutnya dilakukan perakitan berupa pembuatan rangka mesin, pemasangan silinder pemarut, hopper, sistem transmisi, serta integrasi motor penggerak dengan komponen pengaman,” terangnya.
Ia berharap inovasi tersebut dapat membantu Bumdes meningkatkan produktivitas, kualitas, dan kuantitas sagu, sehingga daya saing produk lokal semakin tinggi.
“Selain itu, penelitian ini juga mendukung pengembangan ekonomi desa berbasis potensi lokal pohon rumbia sekaligus memenuhi kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tambahnya.
Tidak hanya alat inovasi, tim peneliti Poliban juga membekali warga Desa Pemakuan melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Warga diberikan pelatihan penggunaan mesin pemarut batang rumbia dengan sistem pengaman dan portable yang dilaksanakan selama tujuh bulan di Desa Pemakuan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, bermitra dengan kelompok tani pohon rumbia agar masyarakat dapat mengoperasikan mesin secara mandiri, aman, dan efisien. Mesin tersebut kemudian diserahkan kepada mitra sebagai sarana produksi baru.
“Pelatihan dilakukan melalui sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung penggunaan mesin. Hasilnya, masyarakat mampu mengoperasikan mesin secara mandiri dengan lebih aman dan efisien. Mesin resmi diserahkan kepada mitra sebagai sarana produksi baru yang meningkatkan produktivitas pengolahan batang rumbia.” jelas Yusuf.
Hasilnya, pelatihan tersebut meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat. Peserta mampu mengoperasikan mesin secara langsung, memahami manfaatnya, hingga melakukan simulasi penanganan masalah.
“Diharapkan masyarakat terampil dalam mengoperasikan mesin pemarut batang rumbia sesuai prosedur,” pungkasnya.

