Banjarbaru – Sebanyak 100 anggota Masyarakat Peduli Bencana (MPB) dari 20 kelurahan di Kota Banjarbaru mengikuti pelatihan tanggap bencana yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarbaru.
Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (30/9/2025), di Aula Linggangan, Kantor DPRD Banjarbaru sebagai upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, khususnya banjir, cuaca ekstrem, hingga kebakaran hutan dan lahan.
Kepala BPBD Banjarbaru, Zaini, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Banjarbaru setelah menetapkan status siaga bencana banjir dan cuaca ekstrem.
“Mereka adalah binaan dari BPBD Kota Banjarbaru. Mereka menjadi ujung tombak penanganan bencana di kelurahan masing-masing. Hari ini kita memperkuat wawasan mereka lewat materi yang disampaikan narasumber,” jelasnya.
Materi yang diberikan ada beberapa, antara lain penanganan luka bakar serta bantuan hidup dasar sebagai pertolongan pertama bagi korban henti jantung maupun henti napas.
Ketua MPB Landasan Ulin Selatan, Hendra, menyebut pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama di tengah ancaman karhutla yang rawan melanda daerah mereka.
“Pelatihan hari ini ada beberapa fokus, salah satunya pada cara menangani luka bakar. Ini penting, karena potensi bencana yang rawan di wilayah kami adalah kebakaran hutan dan lahan, juga banjir dan angin puting beliung,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan MPB Landasan Ulin Selatan sudah terbentuk sejak 2019 dengan dukungan penuh dari BPBD Banjarbaru.
“Kami rutin sosialisasi ke masyarakat dan mengingatkan agar segera melapor jika ada potensi bencana,” jelas Hendra.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Banjarbaru, Wartono, menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai upaya membangun kesiapsiagaan bersama.
“Pelatihan ini diselenggarakan untuk tujuan mulia, yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sehingga kita mampu bertindak cepat dan terorganisir baik sebelum, saat, maupun setelah bencana terjadi,” ucapnya.
Wartono berharap, para peserta dapat menyerap ilmu dengan baik dan menyebarkan manfaatnya di lingkungan masing-masing.
“Jadilah agen perubahan yang menyebarkan semangat kebangsaan dan penanggulangan bencana di masyarakat,” tutupnya.

