BANJARMASIN – Masalah genangan di kawasan dataran rendah Kota Banjarmasin terus berulang setiap musim hujan.
Berkurangnya daya tampung sungai, saluran air yang tidak berfungsi optimal, serta permukiman yang tumbuh di wilayah ber-elevasi rendah membuat air mudah berkumpul dan sulit surut.
Dampaknya tidak hanya dirasakan warga, tetapi juga fasilitas publik, termasuk sekolah. Salah satu yang terdampak adalah SD Negeri Pekapuran Raya 2.
Pada Kamis (20/11/2025) pagi, halaman sekolah yang berada tepat di tepi Sungai Guring itu kembali terendam air setinggi mata kaki.
Area yang semestinya menjadi ruang aktivitas siswa berubah menyerupai kolam dangkal.
Ikan kecil terlihat berenang, sementara telur gondang menempel di permukaan halaman yang licin karena dipenuhi lumut.
Menurut pihak sekolah, kondisi ini telah berlangsung bertahun-tahun dan hanya mengering saat cuaca benar-benar panas.
Ketinggian lahan yang rendah, minimnya kemiringan tanah, serta drainase di lingkungan sekitar yang tidak berfungsi baik membuat air lambat surut setiap kali hujan turun.
Kondisi ini memantik rasa prihatin salah satu orang tua murid, Arbainah. Ia berharap pihak terkait tak tutup mata dan segera melakukan perbaikan.
“Sebagai orang tua murid, saya sangat prihatin. Ini membuat aktivitas anak-anak terbatas. Sekadar berolahraga saja tidak bisa,” ujarnya.
Keluhan juga disampaikan oleh salah satu murid, Selma. Ia mengaku tak bisa lagi bermain maupun aktivitas lainnya.

“Kami jadi kesulitan upacara, olahraga, dan kegiatan lainnya. Saya iri melihat situasi sekolah lain,” ungkapnya.
Kepala SDN Pekapuran Raya 2, Sumiati, mengaku pihak sekolah tidak memiliki kemampuan anggaran untuk melakukan perbaikan secara mandiri.
Pada 2024, sekolah sempat merencanakan alokasi sekitar Rp4,5 juta untuk penanganan awal, namun rencana itu batal.
“Setelah dihitung-hitung, bila uang itu dipakai untuk perbaikan, maka dana operasional sekolah tidak cukup,” jelasnya.
Harapan sempat muncul ketika Wali Kota Banjarmasin sebelumnya, Ibnu Sina, meninjau langsung kondisi sekolah tersebut.
Namun, hingga masa jabatannya berakhir, perbaikan tidak juga terealisasi.
“Kami sudah berharap ketika beliau datang, tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” ujar Sumiati.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Ryan Utama, belum memberikan tanggapan terkait kondisi tersebut.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Nelly Listriani, menyatakan pihaknya akan berkoordinasi lebih dulu dengan Dinas Pendidikan Banjarmasin.
“Kalau perlu kami lihat dulu ke lapangan bersama Disdik,” ujarnya singkat.


