BerandaHabar BanjarbaruKarhutla Meningkat di Awal...

Karhutla Meningkat di Awal Tahun, Banjarbaru Waspadai Ancaman Kemarau 2026

Terbaru

Karhutla Meningkat di Awal Tahun, Banjarbaru Waspadai Ancaman Kemarau 2026

Banjarbaru — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru mulai menunjukkan tren peningkatan sejak awal 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru mengingatkan potensi kebakaran dapat semakin meluas seiring datangnya musim kemarau.

Ketua Pelaksana BPBD Banjarbaru, Zaini, menegaskan kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.

“Melihat tren yang ada, kami terus meningkatkan kewaspadaan dan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas,” katanya.

Ia menekankan penanganan karhutla memerlukan peran bersama, baik dari pemerintah maupun masyarakat.

“Bencana ini adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat juga turut berperan dalam mencegah terjadinya kebakaran lahan,” ujarnya.

Senada, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Banjarbaru, Harun Arrasyid, menyebutkan sejak Januari hingga Maret 2026 telah terjadi 25 kejadian kebakaran lahan.

“Trennya meningkat, terutama di akhir Februari hingga Maret. Kejadian banyak terjadi di wilayah yang memang menjadi langganan karhutla setiap tahun, seperti Cempaka,” ujarnya, Selasa (14/04/2026).

Ia menjelaskan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 3,3 hingga 3,8 hektare, dengan pola kejadian yang berulang di lokasi yang sama.

Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang memicu meningkatnya risiko karhutla, di antaranya kondisi cuaca yang semakin kering, karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar, serta aktivitas manusia.

“Kalau tren ini berlanjut, ada kemungkinan terjadi peningkatan dan perluasan kebakaran, termasuk ke wilayah yang lebih padat penduduk,” jelasnya.

Dampak yang ditimbulkan pun tidak hanya terbatas pada kerusakan lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat akibat kabut asap.

“Yang kita antisipasi adalah kabut asap, kerusakan lingkungan, dan terganggunya aktivitas masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, berdasarkan informasi dari BMKG, musim kemarau tahun ini diperkirakan datang lebih awal, yakni pada akhir April hingga Mei, dengan kondisi yang lebih kering dari biasanya.

“Puncak panas diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September, dan ada indikasi pengaruh siklus El Nino yang membuat kemarau lebih panjang,” tutupnya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka