BerandaHabar UtamaTeka-Teki di balik Kematian...

Teka-Teki di balik Kematian Ustadzah di Sungai Ulin Terungkap, Polisi Tangkap Dua Pelaku Pembunuhan

Terbaru

Teka-Teki di balik Kematian Ustadzah di Sungai Ulin Terungkap, Polisi Tangkap Dua Pelaku Pembunuhan

BANJARBARU – Kasus penemuan jasad seorang ustazah Pondok Pesantren (Ponpes) di sebuah lahan kosong di Jalan Seledri, Sungai Ulin, Kota Banjarbaru, akhirnya menemui titik terang. Hasil autopsi rumah sakit memastikan bahwa Ustadzah berinisial HN (25) tewas akibat tindak pidana pembunuhan, terlihat dari sejumlah tanda kekerasan di tubuhnya.

Pihak kepolisian setempat bergerak cepat dengan menangkap para pelaku di balik tewasnya HN (25). Kasi Humas Polres Banjarbaru, Ipda Kardi Gunadi, membenarkan informasi keberhasilan pengungkapan kasus ini. Ia menyebutkan bahwa ada dua tersangka laki-laki yang telah diamankan.

​“Alhamdulillah (pelaku) dapat, dua orang,” ucap Kardi saat memberikan keterangan singkat pada Jumat malam.

​Mengenai motif pelaku di balik pembunuhan yang menghebohkan masyarakat Banjarbaru, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan berjanji akan segera memberikan penjelasan resmi kepada publik melalui media.

​Awal mula insiden ini ketika HN ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di bawah rimbunan semak di kawasan Sungai Ulin pada Rabu (29/4/2026) malam. Korban diketahui berprofesi sebagai Mudarrisah atau guru di Ponpes Muraa’tul Lughah, Kabupaten Banjar, sekaligus memiliki pekerjaan sampingan di sebuah toko aksesoris.

Hilangnya korban disadari pada hari Rabu tersebut, saat orang tua korban mendapat laporan dari pihak Ponpes bahwa HN absen mengajar. Toko aksesoris tempat HN bekerja juga mengabari bahwa korban tidak datang bekerja, dan seolah hilang tanpa kabar.

​Upaya pencarian mulai menemui titik terang ketika sepeda motor milik korban ditemukan terparkir di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada siang harinya. Barulah pada malam hari, jasad korban ditemukan dengan kondisi memprihatinkan, penuh luka dan lebam yang membiru.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, polisi menegaskan dugaan pembunuhan terkait peristiwa yang menimpa korban. Kematian korban dipicu oleh benturan benda tumpul di area vital.

​“Korban diduga meninggal dunia akibat adanya trauma tumpul yang dihantamkan keras ke bagian kepala korban sehingga korban mengalami pendarahan hebat pada bagian kepala yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” jelas Ipda Kardi.

Berdasarkan hasil visum dan autopsi menyeluruh, waktu korban meninggal diduga sudah lebih dari 24 jam saat pemeriksaan dilakukan. Kasus ini juga terdapat dugaan pencurian, karena beberapa barang milik korban diketahui hilang.

​“Yang hilang berupa anting emas milik korban dan handphone. Sedang untuk dompet, identitas diri dan uang tunai Korban selalu tinggal di rumah. Korban selalu menggunakan aplikasi e-Money untuk melakukan transaksi pembelian,” terangnya, mengutip keterangan dari pihak keluarga angkat korban.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka