Antisipasi Musim Kemarau, Distan Banjar Gelar Simulasi Penanggulangan Kebakaran Lahan
MATARAMAN – Langkah preventif dalam mengantisipasi ancaman kebakaran lahan dan kebun (Karlabun) terus dimatangkan di Kabupaten Banjar. Pada Selasa (9/6/2026), Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar mengadakan agenda sosialisasi yang dirangkai dengan simulasi pemadaman api di area PTPN IV Regional V, Desa Danau Salak, Kecamatan Mataraman.
Agenda ini diinisiasi untuk mempererat sinergi lintas sektor dalam mengantisipasi bencana kebakaran, yang berpotensi memicu polusi kabut asap saat memasuki musim kemarau.
Sebagai bentuk kesiapan di lapangan, Distan Kabupaten Banjar sejauh ini telah mengukuhkan 32 Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) yang tersebar di berbagai kecamatan, didukung oleh satu Brigade Pengendalian Karlabun.
Selain memperkuat lini masyarakat, pelaku usaha perkebunan yang beroperasi di wilayah Banjar juga didorong untuk membentuk tim pemadam internal serta menyediakan sarana prasarana pendukung secara mandiri.
Acara ini dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar Warsita bersama jajaran, unsur Polres Banjar, Camat Mataraman, Bhabinkamtibmas, Babinsa, manajemen Kebun Pelaihari, perwakilan perusahaan perkebunan, koordinator penyuluh pertanian, narasumber dari Manggala Agni, anggota KTPA, Brigade Distan, serta peserta lainnya.
Dalam arahannya, Kepala Distan Kabupaten Banjar, Warsita, mengingatkan bahwa urusan mengatasi kebakaran lahan bukanlah tanggung jawab satu instansi semata. Karakteristik lahan gambut yang luas di Kalimantan Selatan membuat api sangat mudah menyebar luas, sehingga kolaborasi total mutlak diperlukan.
“Penanggulangan kebakaran harus dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Kepedulian terhadap lingkungan, patroli rutin, serta edukasi tentang larangan membakar lahan harus terus ditingkatkan,” tegas Warsita.
Melalui penguatan ini, ia berharap KTPA dan brigade yang ada bisa lebih proaktif melakukan pemantauan di lapangan sekaligus mengedukasi warga demi menekan risiko kebakaran sedini mungkin.
Memasuki sesi praktik, Febri selaku narasumber dari Daops Manggala Agni Kalimantan memberikan pembekalan teknis mengenai pengoperasian alat pemadam kebakaran serta strategi penjinakan api yang efektif di lapangan.
Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi saat sesi simulasi berlangsung. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mempraktikkan langsung rantai pemadaman, mulai dari: mengoperasikan mesin pompa air, memasang dan mengarahkan jalur selang, dan menembakkan air tepat ke titik api.
Tidak hanya mengandalkan mesin modern, sejumlah peserta juga dilatih menggunakan peralatan manual yang fleksibel, seperti semprotan punggung (backpack sprayer) dan alat pemukul api (flapper), untuk memadamkan sisa-sisa kobaran api.
