BerandaHabar TapinDukungan CSR dan Kredit...

Dukungan CSR dan Kredit Bunga 0 Persen Diperkuat, Pemkab Tapin dan Bank Kalsel Dorong UMKM Naik Kelas

Terbaru

RANTAU – Pemerintah Kabupaten Tapin memperkuat komitmen pengembangan ekonomi kerakyatan melalui penyerahan simbolis bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) serta penandatanganan perjanjian kerja sama penyaluran Program Kredit Tapin Beriman Bunga 0 persen bersama sejumlah mitra, termasuk sektor perbankan.

Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemkab Tapin membuka akses permodalan yang lebih mudah, murah, dan terjangkau bagi pelaku usaha mikro dan kecil agar mampu berkembang tanpa terbebani bunga pinjaman.

Bupati Tapin H Yamani dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan, BUMD, dan perbankan yang turut berkontribusi mendukung keberlangsungan program tersebut.

Menurutnya, UMKM merupakan sektor yang memiliki peran besar dalam menopang perekonomian daerah. Namun, keterbatasan modal masih menjadi tantangan yang kerap dihadapi pelaku usaha.

Karena itu, Program Kredit Tapin Beriman Bunga 0 persen dihadirkan sebagai bentuk keberpihakan pemerintah untuk membantu masyarakat memperluas usahanya sekaligus mendorong terciptanya lapangan kerja baru.

“Program ini bukan hanya solusi pembiayaan, tetapi juga instrumen untuk menumbuhkan kewirausahaan, memperkuat daya saing usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tapin,” ujar Yamani.

Ia menambahkan, dukungan CSR dan kerja sama lintas sektor menjadi bukti bahwa pembangunan daerah tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi bersama dunia usaha dan perbankan.

Sementara itu, Pimpinan Bank Kalsel Cabang Rantau, Fitri Hernadi, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus menjadi bagian dari penguatan sektor UMKM di Kabupaten Tapin.

Ia menyampaikan, sesuai perjanjian kerja sama yang telah disepakati, Bank Kalsel menargetkan penyaluran pembiayaan Kredit Tapin Beriman pada tahun 2026 mencapai Rp1,3 miliar.

“Target penyaluran tahun ini sebesar Rp1,3 miliar. Namun nanti akan kita lihat kembali potensi UMKM di Kabupaten Tapin. Jika perkembangan dan kebutuhan meningkat, tentu program ini diharapkan dapat berkelanjutan dan terus diperluas,” jelas Fitri.

Untuk besaran pembiayaan, Bank Kalsel menyediakan plafon pinjaman mulai dari Rp10 juta hingga Rp50 juta bagi pelaku UMKM yang memenuhi ketentuan.

Fitri menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir untuk mengajukan pembiayaan karena proses akan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku dan diproses secara cepat.

“Ada persyaratan administratif dan penilaian perbankan yang harus dipenuhi. Kami akan terus melakukan sosialisasi agar pelaku UMKM memahami prosedur dan lebih mudah mengakses permodalan,” katanya.

Terkait proses penilaian, Bank Kalsel juga tetap melakukan pengecekan riwayat kredit atau BI Checking sebagai bagian dari penilaian karakter dan tingkat kepercayaan calon nasabah.

“Prinsip kredit adalah kepercayaan. Karena itu riwayat pembiayaan menjadi salah satu indikator untuk melihat kemampuan dan komitmen calon nasabah dalam memenuhi kewajibannya,” tambahnya.

Fitri juga mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 Bank Kalsel Cabang Rantau telah menyalurkan pembiayaan Kredit Tapin Beriman sebesar Rp600 juta kepada 24 pelaku usaha.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal untuk memperluas jangkauan program pada tahun ini.

“Kami sebagai bank milik pemerintah daerah berkomitmen mendukung program prioritas Bupati dan Wakil Bupati dalam meningkatkan pertumbuhan UMKM. Harapannya akses permodalan menjadi semakin mudah dan murah sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tapin secara berkelanjutan,” tutupnya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka