Pria Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Guntung Harapan, Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan
Banjarbaru – Warga di kawasan Guntung Harapan, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru, digemparkan dengan penemuan seorang pria yang sudah tidak bernyawa di tepi jalan, Sabtu (27/06/2026).
Korban diketahui berinisial AW (31). Saat ditemukan, tubuhnya berada dalam posisi tertelungkup tidak jauh dari pos kamling setempat sehingga mengundang perhatian warga yang melintas.
Informasi penemuan tersebut kemudian diteruskan kepada aparat kepolisian. Personel Polsek Liang Anggang bersama Tim Inafis Polres Banjarbaru segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengidentifikasi korban.
Salah seorang saksi, Zulkifli, yang bekerja sebagai penjaga sekolah di sekitar lokasi, mengaku pertama kali mengetahui adanya korban setelah mendapat informasi dari pengendara yang melintas.
“Awalnya ada pengendara yang memberi tahu. Saya lihat ada orang tergeletak, tetapi posisinya sebagian tertutup semak sehingga tidak terlalu jelas,” katanya.
Ia juga mengaku tidak mengenali korban dan belum pernah melihat pria tersebut berada di lingkungan sekitar sebelum kejadian.
Kasatreskrim Polres Banjarbaru, AKP Ari Handoyo, mengatakan laporan diterima melalui layanan darurat 110. Setelah tiba di lokasi, petugas memastikan korban telah meninggal dunia.
“Dari hasil pemeriksaan awal diperkirakan korban meninggal sekitar satu hingga dua jam sebelum ditemukan,” ujarnya.
Pemeriksaan terhadap tubuh korban tidak menemukan adanya luka maupun tanda-tanda yang mengarah pada tindak kekerasan.
Berdasarkan keterangan keluarga, lanjut Ari, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi yang diduga berkaitan dengan penyebab kematiannya.
“Dari informasi yang kami peroleh dari pihak keluarga, korban memang memiliki riwayat epilepsi,” jelasnya.
Keluarga korban juga menyatakan tidak bersedia dilakukan visum maupun autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi kepada kepolisian. Setelah seluruh proses identifikasi selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Selain melakukan olah TKP, petugas turut mengamankan barang-barang milik korban yang ditemukan di sekitar lokasi, seperti telepon genggam, pakaian, dan barang pribadi lainnya. Seluruh barang tersebut kemudian diserahkan kepada keluarga setelah proses pendataan selesai.
